top of page

Tragis dan Ironis: Dua Rumah Ludes di Batang, Petugas Damkar Jeneponto Berdalih "Solar Habis" dan Nomor Darurat Nonaktif

Gambar penulis: Ridwan Umar
Ridwan Umar
17 jam yang lalu
2 menit membaca

Tragis dan Ironis: Dua Rumah Ludes di Batang, Petugas Damkar Jeneponto Berdalih "Solar Habis" dan Nomor Darurat Nonaktif


JENEPONTO — Kebakaran hebat yang menghanguskan dua unit rumah warga di Kelurahan Togo-Togo, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menyisakan duka mendalam sekaligus kemarahan publik.


Insiden yang seharusnya dapat diredam lebih awal ini justru berubah menjadi tragedi akibat dugaan kuat kelalaian dan buruknya sistem tanggap darurat dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jeneponto.



Peristiwa nahas tersebut bermula ketika api dengan cepat melahap bangunan warga setempat. Di tengah panik dan kepungan si jago merah, warga yang mendatangi pos jaga Damkar Kecamatan Batang untuk meminta pertolongan seketika dihadapkan pada jawaban yang di luar akal sehat: petugas yang berjaga menyatakan bahwa armada tidak dapat diberangkatkan karena tidak ada solar.


Alih-alih menyerah pada keadaan, salah seorang warga bernama Rama Arjuna Putra Soge berinisiatif mengambil langkah cepat. Ia mencoba menghubungi nomor kontak darurat (hotline) yang sebelumnya telah disebarluaskan secara masif oleh pihak Damkar Cabang Jeneponto agar masyarakat dapat melapor dengan cepat jika terjadi kebakaran.

Namun, asa tersebut pupus seketika.



Berdasarkan fakta di lapangan, nomor darurat yang digadang-gadang sebagai lini masa penyelamatan nyawa dan harta benda tersebut ternyata tidak aktif saat darurat mendesak.


Akibat rangkaian kelalaian fatal ini, pemadam kebakaran baru tiba di lokasi kejadian setelah api berhasil melumat habis dua rumah warga tanpa sisa. Keterlambatan ini bukan sekadar persoalan teknis di lapangan, melainkan cerminan dari lumpuhnya sistem pelayanan publik dan rendahnya tingkat kesiapsiagaan institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan pelindung masyarakat.


Menanggapi insiden memilukan ini, warga dan berbagai elemen masyarakat mendesak Bupati Jeneponto serta instansi berwenang agar segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Evaluasi total terhadap kinerja, manajemen logistik (ketersediaan bahan bakar armada), serta validitas sarana komunikasi darurat Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Jeneponto menjadi harga mati agar tragedi serupa tidak kembali merenggut hak rasa aman warga.


( Mgi/Guss mahfuji )

 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page