top of page

Tampilkan Keberagaman Budaya, Personel Polres Nunukan Kenakan Tutup Kepala Adat saat Upacara Hari Sumpah Pemuda

Gambar penulis: Ridwan Umar
Ridwan Umar
2 jam yang lalu
2 menit membaca

Tampilkan Keberagaman Budaya, Personel Polres Nunukan Kenakan Tutup Kepala Adat saat Upacara Hari Sumpah Pemuda


Semangat persatuan dalam keberagaman mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Polres Nunukan. Upacara yang digelar di Lapangan Apel Tribrata Mapolres Nunukan, Rabu (28/10/2026), tampil berbeda dan penuh makna. Seluruh personel upacara mengenakan tutup kepala adat dari berbagai suku di Nusantara.


Mulai dari blangkon, songkok, udeng, tanjak, hingga ikat kepala khas Papua dan Dayak, berjejer dalam satu barisan yang sama. Pemandangan ini menjadi simbol nyata komitmen Polri dalam merawat Bhinneka Tunggal Ika.


Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni, S.H., S.I.K., M.H., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mengatakan, penggunaan tutup kepala adat bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pesan kuat tentang jati diri bangsa.


“Penggunaan tutup kepala adat ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Indonesia memiliki keberagaman budaya yang luar biasa. Perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus kita jaga bersama. Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk tetap solid, saling menghormati, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas segala perbedaan,” ujar AKBP Ruslaeni.



Menurutnya, meski berasal dari latar belakang suku dan budaya yang beragam, seluruh personel Polres Nunukan memiliki semangat dan tujuan yang sama: mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


Kapolres menegaskan, nilai-nilai Sumpah Pemuda harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata, bukan hanya diperingati sebagai seremoni tahunan. Hal itu harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


“Sebagai anggota Polri, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan NKRI. Saya mengajak seluruh personel agar terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, memperkuat soliditas, serta memberikan pelayanan yang humanis, adil, dan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.


Dalam amanatnya, AKBP Ruslaeni juga menyoroti pentingnya kebijaksanaan dalam penggunaan teknologi dan media sosial di tengah derasnya arus informasi. Ia meminta seluruh personel menjadi teladan bagi generasi muda dan menjadi garda terdepan dalam menangkal hoax yang berpotensi memecah belah persatuan.



“Jangan jadikan Sumpah Pemuda sekadar seremoni tahunan. Mari kita aktualisasikan nilai-nilainya melalui kedisiplinan dalam berdinas, sikap saling menghormati, menjaga persatuan, dan memberikan pelayanan yang tulus kepada masyarakat. Kepercayaan masyarakat harus kita jaga melalui kerja nyata dan keteladanan,” tambahnya.


Melalui momentum ini, Polres Nunukan berkomitmen untuk terus menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah perbatasan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik demi terwujudnya Polri yang Presisi, profesional, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat.


(Mgi/Ahmad Leo)


 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page