top of page

Gagasan dari Jeneponto Tembus ke Nasional: Angga Zulfikar Bawa Pulang Gelar Juara Tagline BUM Desa

Gambar penulis: Ridwan Umar
Ridwan Umar
20 jam yang lalu
3 menit membaca

Gagasan dari Jeneponto Tembus ke Nasional: Angga Zulfikar Bawa Pulang Gelar Juara Tagline BUM Desa


JAKARTA — Ketekunan dalam mendampingi masyarakat akar rumput kembali membuahkan hasil membanggakan. Gagasan sederhana yang lahir dari dinamika pembangunan desa di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, sukses menembus panggung nasional.


Angga Zulfikar, seorang Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Jeneponto, resmi dinobatkan sebagai pemenang kategori Tagline dalam ajang Lomba Logo dan Tagline Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia.


Melalui tagline “Dari, Oleh, Untuk Desa”, Angga berhasil memukau dewan juri dengan rumusan filosofis yang merefleksikan esensi sejati dari ekonomi kerakyatan.



Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan secara resmi pada Senin, 26 Oktober 2026, bertempat di Operational Room Gedung Utama Lantai 1 Kemendes PDT RI, Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan.


Dalam ajang kompetisi tingkat nasional yang sama, penghargaan untuk kategori Logo turut diraih oleh Wahyu Hananto Pribadi S.Sn., selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Bidang Pengelolaan Data dan Informasi TPP P3MD, BPSDM.

Filosofi di Balik Tiga Kata: Menghidupkan Kembali Akar Lokal

Bagi Angga,


pencapaian ini melampaui batas-batas kemenangan sebuah kompetisi formal. Ia memandangnya sebagai manifestasi konkret dari akumulasi pengalaman dan dialektika panjang bersama masyarakat desa selama menjalankan tugas pendampingan di lapangan.



"Berdiri di ruangan ini merupakan kebahagiaan dan kehormatan yang luar biasa. Saya membawa nama TPP P3MD Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. Ini menjadi bukti bahwa gagasan yang lahir dari pengalaman dan interaksi langsung dengan masyarakat di lapangan dapat didengar dan dihargai di tingkat pusat," ujar Angga melalui keterangan resminya.


Lebih lanjut, ia menguraikan bedah makna di balik tagline “Dari, Oleh, Untuk Desa” yang sarat akan nilai-nilai kemandirian:


Dari: Mengandung makna bahwa setiap unit usaha BUM Desa wajib berpijak pada potensi riil, kebutuhan autentik, serta sumber daya lokal yang dimiliki oleh desa itu sendiri.


Oleh: Menegaskan pentingnya partisipasi aktif dan kepemilikan kolektif (ownership) masyarakat dalam merancang, mengelola, serta mengembangkan usaha desa.


Untuk: Menjadi kompas moral yang memastikan bahwa muara akhir dari seluruh aktivitas ekonomi BUM Desa adalah kesejahteraan masyarakat dan kemajuan desa secara paripurna.


Mendorong Tata Kelola BUM Desa yang Profesional dan Berkelanjutan

Di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompetitif, Angga menempatkan BUM Desa pada posisi strategis sebagai lokomotif penggerak perekonomian lokal.


Menurutnya, eksistensi BUM Desa tidak boleh direduksi sekadar sebagai instrumen bisnis konvensional.


BUM Desa dituntut untuk memiliki kepekaan analitis dalam membaca peluang pasar, membuka lapangan kerja baru, serta merawat kemandirian sosial-ekonomi di tingkat lokal.


Untuk merealisasikan visi tersebut, ia menekankan urgensi tata kelola yang menerapkan prinsip-prinsip partisipatif, profesionalisme, inovasi tiada henti, serta keberlanjutan (sustainability).

Keberhasilan ini, menurut Angga, tidak terlepas dari ekosistem kolaboratif yang ia bangun di daerah penugasannya.


Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto, jajaran TPP P3MD Jeneponto, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para pengelola BUM Desa, hingga seluruh penggiat desa yang telah membersamai proses panjang tersebut.



"Penghargaan ini bukan hanya tentang saya. Ada banyak pihak yang selama ini menjadi bagian dari proses, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, BPD, pengelola BUM Desa, hingga rekan-rekan pendamping," tambahnya.


Energi Baru bagi Pendampingan Desa di Seluruh Indonesia


Kemenangan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat (multiplier effect) serta energi baru bagi para pendamping desa di berbagai penjuru nusantara untuk terus melahirkan inovasi berbasis kebutuhan riil di lapangan.


Dari tanah Jeneponto, sebuah gagasan bernas kini telah bertransformasi menjadi narasi kebangsaan. Pesan yang dibawa Angga Zulfikar menegaskan satu hal fundamental: pembangunan ekonomi nasional yang kokoh dan berdaulat hanya dapat terwujud apabila bermula dari kekuatan lokal, digerakkan bersama rakyat, dan sepenuhnya didedikasikan untuk kemakmuran desa.


(MGI / Guss mahfuji)


 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page