top of page
  • Gambar penulisRedaksi Media Gempa

Utang Anies Rp92 M ke Sandiaga Dianggap Lunas Setelah Menang Pilkada DKI.


MEDIAGEMPAINDONESIA.COM, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah ikut mengomentari utang Anies Baswedan ke Sandiaga Uno yang sedang ramai dibahas sekarang ini. Fahri menyoroti salah satu poin surat perjanjian utang piutang ke dua belah pihak yang bocor ke media sosial dalam satu dua hari belakangan ini.


Di mana, salah satu poin perjanjian tersebut menyebutkan utang total nominal Rp92 miliar itu dianggap lunas jika Anies - Sandi menang pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.


Menurut Fahri Hamzah, apapun alasannya perjanjian pelunasan utang itu tidak dapat dibenarkan, sebab perjanjian tersebut justru terang-terangan membuka ruang korupsi setelah Anies-Sandi berkuasa di Jakarta.


“Pinjam meminjam uang di belakang layar dengan janji lunas setelah berkuasa adalah bentuk perencanaan korupsi yang sangat kasat mata,” kata Fahri Hamzah di akun twitternya dilansir Populis.id Minggu (12/2/2023).


Eks politisi PKS ini mengatakan, korupsi di negara ini mustahil dibrengus jika para pejabatnya masih melakukan perjanjian seperti ini di belakang layar. Dia mengatakan, masyarakat Indonesia harus bisa beramai-ramai menolak hal ini.

“Praktek ini harus kita hentikan kalau kita ingin Indonesia bebas dari korupsi,” tutupnya.


Tak hanya Fahri Hamzah, pegiat media sosial Jhon Sitorus juga secara khusus menyoroti poin perjanjian tersebut.

“Poin no. 7 sebenarnya MENGERIKAN. Perjanjian Utang Piutang akan selesai jika Abas -Uno terpilih jadi Gubernur/Wakil Gubernur,” kata Jhon Sitorus seraya memamerkan dokumen perjanjian utang piutang tersebut.


Dengan adanya poin perjanjian tersebut, kata Jhon Sitorus, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno jelas bekerja keras untuk mengembalikan modal yang mereka keluarkan untuk biaya kampanye pada saat itu, sebab gaji Gubernur dan Wakil Gubernur dianggap mustahil untuk bisa menutup pengeluaran tersebut. Jhon lantas menduga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pakai cara lain untuk mengembalikan modal kampanye mereka.

“Saya makin paham kenapa banyak temuan KELEBIHAN BAYAR dan proyek ASAL-ASALAN selama 5 tahun terakhir. Lalu serapan Anggaran selalu diatas 95%, LUAR BIASA,” tegasnya.


Adapun masalah utang piutang ini pertama kali dibocorkan oleh politisi Golkar Erwin Aksa, dia mengatakan utang tersebut untuk ongkos kampanye Pilkada DKI Jakarta. Pernyataan Erwin Aksa kemudian diamini oleh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.


Sandiaga mengatakan, dirinya sudah mengikhlaskan pinjaman tersebut, dia tak masalah kalau uang itu tidak dikembalikan. Sementara pihak Anies Baswedan ngotot mengatakan utang tersebut dianggap lunas walau belum dibayarkan sepeserpun. Hak ini mengacu pada poin ke 7 dalam surat perjanjian pinjam tersebut.




Ridwan U.

30 tampilan0 komentar
bottom of page