top of page

Target Operasi Ops Pekat Lipu 2026 Tumbang, Satreskrim Polres Jeneponto Gulung Sindikat Pencuri Spesialis Kebun

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 50 menit yang lalu
  • 2 menit membaca

Target Operasi Ops Pekat Lipu 2026 Tumbang, Satreskrim Polres Jeneponto Gulung Sindikat Pencuri Spesialis Kebun



JENEPONTO — Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Jeneponto dalam memberantas penyakit masyarakat secara progresif kembali membuahkan hasil signifikan. Lewat operasi terukur, Tim Satuan Tugas (Satgas) Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) Lipu 2026 berhasil meringkus komplotan pencuri spesialis yang selama ini meresahkan warga.



Aksi penyergapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman, S.H., M.H., didampingi Dantim Pegasus Resmob, Aiptu Abd. Rasyad, berhasil mengamankan para terduga pelaku di Dusun Bontobado, Desa Lebangmanai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.



Kronologi Kontak Fisik:


Korban Pergoki Pelaku di Kebun

Keberhasilan penangkapan ini berakar dari Laporan Pengaduan yang dilayangkan oleh seorang petani bernama Lomba (51) pada 4 Juli 2026. Berdasarkan data kepolisian, tindak pidana tersebut terjadi pada Kamis malam, 25 Juni 2026, di Dusun Bontobaru.


Korban yang kala itu tengah memeriksa perkebunan cengkeh miliknya, memergoki ketiga pelaku sedang memanen hasil buminya secara ilegal.




Sadar aksinya teridentifikasi, para pelaku mencoba melarikan diri. Korban sempat melakukan tindakan preventif dengan mencengkeram salah satu pelaku bernama Azis. Meski Azis akhirnya berhasil melepaskan diri dan kabur, identitasnya telah dikantongi, yang kemudian memicu penyelidikan intensif oleh kepolisian. Atas insiden ini, korban menderita kerugian materiil sebesar Rp1.000.000,-.




Dinamika Penangkapan dan Rekam Jejak Kriminalitas


Bergerak cepat pasca-analisis informasi dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), Tim Satgas Ops Pekat melacak keberadaan para target operasi yang bersembunyi di wilayah Pangi, Desa Lebangmanai Utara. Tanpa perlawanan berarti, dua dari tiga pelaku berhasil dievakuasi dari kediamannya menuju Markas Polres Jeneponto untuk menjalani proses hukum.

Kedua terduga pelaku yang diamankan adalah:

Abd. Azis alias Firman Bin Sanuddin (26) – Tidak Bekerja.

Aldi alias Dandi Bin Rabani (25) – Tidak Bekerja.



Berdasarkan hasil interogasi mendalam, pihak penyidik menemukan fakta mencengangkan mengenai rekam jejak kriminalitas para pelaku yang terstruktur:



Lel. Aldi alias Dandi mengakui telah mengeksploitasi kebun milik korban sebanyak dua kali, serta memiliki riwayat tindak pidana pencurian tabung gas elpiji di lokasi berbeda.

Lel. Azis alias Firman secara eksplisit mengakui telah melancarkan aksi pencurian komoditas cengkeh di lima perkebunan berbeda, di samping keterlibatannya dalam kasus pencurian gawai (handphone).





Motif Ekonomi demi Narkotika

Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, aspek krusial yang mendasari aksi nekat komplotan ini adalah faktor adiksi. Seluruh hasil kejahatan disinyalir kuat dikonversi untuk mendanai penyalahgunaan narkotika jenis sabu.


Langkah Hukum dan Pengejaran Pelaku Lain


Kapolres Jeneponto melalui Kasat Reskrim AKP Nurman menegaskan bahwa jajarannya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.


Atas perbuatannya, para pelaku bakal dijerat dengan Pasal 479 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang mengatur mengenai tindak pidana pencurian.



Sementara itu, satu terduga pelaku lainnya yang beridentitas Lel. Andi kini resmi masuk dalam daftar pencarian orang. Pihak Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto menegaskan tidak akan melonggarkan pengawasan dan tengah melakukan pengejaran intensif demi menuntaskan jaringan ini hingga ke akarnya.


Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan secara transparan dan akuntabel. Perkembangan dinamis mengenai kasus ini akan terus diperbarui secara berkala.


( Mgi / Guss mahfuji )


 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page