JALUR LINTAS BENDUNGAN KARALLOE LONGSOR: NYAWA PENGENDARA TERANCAM, PEMERINTAH JANGAN TUTUP MATA
- Ridwan Umar
- 18 jam yang lalu
- 1 menit membaca

JALUR LINTAS BENDUNGAN KARALLOE LONGSOR: NYAWA PENGENDARA TERANCAM, PEMERINTAH JANGAN TUTUP MATA
JENEPONTO — Kondisi infrastruktur jalan di jalur Garing – Gowa, tepatnya di kawasan Jalan Bendungan Karalloe, Kelurahan Tolo' Utara, Kecamatan Kelara, saat ini dilaporkan dalam kondisi kritis akibat hantaman longsor. Kerusakan parah ini mengancam keselamatan ratusan pengendara yang melintas setiap harinya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, titik longsoran telah memakan sebagian badan jalan utama. Kondisi ini menciptakan rute maut bagi para pengguna jalan, terutama bagi mereka yang nekat melintas pada malam hari atau di saat intensitas hujan tinggi. Minimnya penerangan dan licinnya medan semakin memperparah risiko kecelakaan.
BACA JUGA :

Akses Vital yang Nyaris Terputus
Jalur Bendungan Karalloe merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Jalan lintas ini adalah rute alternatif tercepat yang menghubungkan langsung Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Gowa untuk aktivitas harian warga.
Jika kerusakan ini terus dibiarkan tanpa adanya tindakan preventif yang nyata, jalur ini dipastikan akan terputus total. Dampaknya tidak hanya melumpuhkan mobilitas warga, melainkan berpotensi besar menelan korban jiwa.
PERINGATAN KERAS UNTUK WARGA:
Seluruh pengendara, baik roda dua maupun roda empat, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh atau mencari jalur alternatif lain. Hindari melintasi kawasan ini saat cuaca buruk demi keselamatan nyawa Anda.

Desakan Tegas Kepada Pemerintah
Masyarakat mendesak dengan keras agar Pemerintah Daerah setempat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera turun ke lapangan. Penanganan darurat dan perbaikan permanen harus dilakukan secara instan, bukan menunggu sampai ada korban jiwa berjatuhan baru bertindak.
Keselamatan publik adalah amanat undang-undang yang menjadi prioritas utama negara. Kelalaian dalam menangani infrastruktur yang rusak sama saja dengan membiarkan masyarakat bertaruh nyawa di jalan raya.
( Mgi/Guss mahfuji )
Tags :


















































Komentar