top of page

Gowa Dikepung Sampah Akibat Anggaran Macet, LSM GEMPA: Kebijakan Ego Politik Bupati Mulai Berbau Busuk!

Gambar penulis: Ridwan Umar
Ridwan Umar
19 jam yang lalu
2 menit membaca

Gowa Dikepung Sampah Akibat Anggaran Macet, LSM GEMPA: Kebijakan Ego Politik Bupati Mulai Berbau Busuk!



Sungguminasa Gowa,  —  Dampak carut-marut tata kelola pemerintahan di Kabupaten Gowa kian meluas dan mulai meneror kehidupan sehari-hari warga. Tidak hanya melumpuhkan sektor pembangunan fisik, konflik politik internal eksekutif kini resmi memicu krisis lingkungan setelah puluhan truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa mogok beroperasi akibat tidak cairnya anggaran operasional dan Bahan Bakar Minyak (BBM).



Pantauan di lapangan menunjukkan gunungan sampah di sejumlah titik penampungan sementara kian membludak dan meluber hingga ke bahu jalan, memicu bau menyengat yang mengancam kesehatan masyarakat. Kondisi darurat ini terjadi lantaran pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKD Gowa memiliki wewenang yang sangat terbatas dan tidak berani mencairkan dana taktis operasional dinas pasca-penonaktifan massal pejabat struktural oleh Bupati.



Menyikapi bencana ekologis birokrasi ini, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat  (LSM GEMPA) Kabupaten Gowa, Amiruddin SH, meradang. Ia menegaskan, tumpukan sampah yang membusuk di sudut-sudut kota adalah visualisasi nyata dari rusaknya moral kepemimpinan di Gowa saat ini.



"Hari ini rakyat Gowa bukan cuma disuguhi tontonan politik yang busuk, tapi dipaksa menghirup bau busuk sampah akibat ego elite! Puluhan truk sampah mogok karena anggaran operasional dicekik. Plt Kepala BPKD ketakutan mencairkan uang karena posisinya tidak punya legitimasi hukum yang kuat akibat kebijakan ugal-ugalan Bupati. Ini murni kejahatan birokrasi terhadap rakyat!" Tutur Amiruddin kepada media, Kamis (17/9/2026).



Amiruddin kembali mengaitkannya dengan aksi "sowan personal" Ketua DPRD Gowa ke ruang bupati yang terjadi belum lama ini. Ia menilai pertemuan tersebut terbukti mandul dan tidak menghasilkan solusi konkret apa pun untuk menyelesaikan penyumbatan hajat hidup orang banyak.



"Di mana hati nurani Ketua DPRD Gowa dan para legislator yang kemarin tersenyum lebar di ruang kerja Bupati? Ketika kalian sibuk memperlihatkan kemesraan personal di bawah meja, rakyat kalian di bawah sedang dikepung lalat, bau busuk, dan ancaman penyakit akibat sampah yang tidak diangkut berhari-hari! Apakah fungsi pengawasan dewan ikut mandek bersama truk sampah?!" cecarnya secara sarkas.



LSM GEMPA Gowa menegaskan bahwa anggaran operasional pelayanan publik dasar seperti kebersihan kota seharusnya masuk dalam skala prioritas kedaruratan daerah yang wajib diselamatkan, bukan malah dikorbankan demi menghindari risiko hukum akibat ketakutan para pejabat Plh dan Plt.



"Kami dari LSM GEMPA memberikan ultimatum keras kepada Bupati Gowa dan Plh Sekda: segera keluarkan diskresi tertulis khusus dalam waktu 1x24 jam untuk mencairkan operasional truk sampahDLH! Jika kota ini tetap dibiarkan kotor dan lumpuh total hanya karena ketakutan administrasi kalian, jangan salahkan kami jika masyarakat sipil bersama LSM GEMPA mengumpulkan sampah-sampah ini dan membuangnya langsung di depan pintu gerbang Kantor Bupati dan Kantor DPRD Gowa!" pungkas Amiruddin


( Mgi  /  Ridwan )


 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page