top of page

Putra Asli Wajo Berdarah Malakaji, Andi Alamsyah Zaid, Bawa Angin Segar di Dinas Koperasi & UMKM Wajo

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 3 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Putra Asli Wajo Berdarah Malakaji, Andi Alamsyah Zaid, Bawa Angin Segar di Dinas Koperasi & UMKM Wajo



SENGKANG – Nama Andi Alamsyah Zaid kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku usaha dan birokrasi di Kabupaten Wajo. Berkiprah di Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Wajo, sosok ini dinilai membawa energi baru dalam pengembangan ekonomi kerakyatan di "Kota Sutera".



Yang menarik perhatian publik bukan hanya kinerjanya, melainkan latar belakangnya yang unik. Andi Alamsyah Zaid merupakan perpaduan harmonis antara dua wilayah di Sulawesi Selatan; ia adalah putra asli Wajo yang juga memiliki akar darah kuat sebagai putra Malakaji, Kabupaten Gowa.



Jembatan Dua Budaya

Kombinasi latar belakang ini dianggap sebagai kekuatan personal beliau. Karakter gigih dan etos kerja keras khas masyarakat Malakaji (Gowa), berpadu dengan kecerdasan strategi serta keramahan khas Wajo, membuatnya mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pedagang kecil hingga pengusaha industri.



"Beliau memahami betul karakteristik UMKM kita. Kedekatan emosional sebagai putra daerah membuatnya bekerja dengan hati untuk memajukan industri lokal," ujar salah satu pelaku UMKM di Sengkang.



Fokus pada Digitalisasi dan Industri Lokal

Di bawah naungan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian, Andi Alamsyah Zaid dikenal vokal dalam mendorong:



Modernisasi Produk: Membantu pengrajin sutera dan makanan khas Wajo agar mampu bersaing di pasar nasional.



Pemberdayaan Koperasi: Mengembalikan fungsi koperasi sebagai soko guru ekonomi di desa-desa.



Sinergi Antar Wilayah: Memanfaatkan jaringan luasnya untuk membuka akses pasar bagi produk Wajo ke luar daerah.



Harapan Baru bagi Wajo

Kehadiran sosok muda yang visioner seperti beliau memberikan harapan agar Kabupaten Wajo tidak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan tradisional, tetapi juga sebagai pusat industri kreatif yang modern di Sulawesi Selatan.



Bagi masyarakat, Andi Alamsyah Zaid adalah representasi bahwa putra daerah yang memahami akar budayanya akan lebih mampu membangun tanah kelahirannya dengan lebih tepat sasaran.


( Guss mahfuji )


 
 
bottom of page