PROSESI PEMAKAMAN PRADA MUH RIFAI PADA DIBIMPIN KASDIM 1425/JENEPONTO DALAM UPACARA MILITER
- Ridwan Umar
- 7 menit yang lalu
- 2 menit membaca

PROSESI PEMAKAMAN PRADA MUH RIFAI PADA DIBIMPIN KASDIM 1425/JENEPONTO DALAM UPACARA MILITER
JENEPONTO —minggu 2 Agustus 2026 Suasana haru dan khidmat menyelimuti rumah duka mendiang Prada Muh Rifai.
Di sunngumanai selatan ddessaa paitana kec Turatea kab jpt. Prosesi pemberangkatan hingga pemakaman prajurit TNI Angkatan Darat tersebut dilaksanakan secara militer yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1425/Jeneponto, serta diikuti oleh jajaran personel Kodim 1425/Jeneponto dan rekan sejawat dari kesatuan YONIF/TPP Bone.
Upacara pemakaman militer ini digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir serta apresiasi setinggi-tingginya dari negara dan Tentara Nasional Indonesia atas dedikasi serta pengabdian almarhum semasa hidupnya.
Kronologi Singkat dan Penghormatan Terakhir
Almarhum Prada Muh Rifai menghembuskan napas terakhir setelah terlibat dalam insiden kecelakaan lalu lintas di Jalan Poros Maros–Bone pada hari kemarin vsabtu 1 agustus. 2026. Berita duka ini membawa kesedihan mendalam, baik bagi keluarga besar almarhum maupun rekan prajurit di kesatuannya.

Prosesi pelepasan jenazah diawali dengan upacara penyerahan dari pihak keluarga kepada negara di rumah duka. Setelah itu, jenazah diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir dengan pengawalan ketat dan penghormatan militer.
"Upacara pemakaman militer ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan terakhir dari negara serta TNI Angkatan Darat atas jasa dan pengabdian almarhum.
Kami keluarga besar Kodim 1425/Jeneponto beserta rekan-rekan kesatuan almarhum menyertakan doa terbaik, semoga almarhum mendapat tempat terindah di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Kasdim 1425/Jeneponto dalam amanatnya.
Kehadiran Rekan Kesatuan
Kehadiran personel Kodim 1425/Jeneponto beserta rekan sejawat dari kesatuan YONIF/TPP Bone dalam upacara ini mencerminkan soliditas, jiwa korsa, dan rasa persaudaraan yang tinggi antar-prajurit. Tembakan salvo ke udara mengiringi penurunan jenazah ke liang lahad sebagai penghormatan purna bagi prajurit Bhayangkari negara.
( MGI / Guss Mahfuji )


















































Komentar