top of page

Usai Sorotan Mekanisme Belanja Material, Kini Pembesian IRPOM Parangluara Dipertanyakan

Gambar penulis: Ridwan Umar
Ridwan Umar
44 menit yang lalu
2 menit membaca

Usai Sorotan Mekanisme Belanja Material, Kini Pembesian IRPOM Parangluara Dipertanyakan


Takalar, Sulsel — Belum selesai sorotan mengenai mekanisme pembelian material pada pembangunan Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Desa Parangluara, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, kini tim pencari fakta kembali menemukan persoalan lain yang perlu mendapat penjelasan, yakni terkait pembesian pada konstruksi pekerjaan.


Kegiatan yang menggunakan anggaran APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut diketahui memiliki nilai sebesar Rp155.700.000, dengan pelaksana UPKK Kelompok Tani Alle Beroang I.


Dalam penelusuran lanjutan di lokasi pekerjaan, tim melakukan pengamatan terhadap pembesian yang digunakan pada konstruksi.


Dari pengamatan awal, tim menemukan penggunaan besi begel yang diduga berdiameter sekitar 4 milimeter, sementara besi tulangan yang digunakan disebut berdiameter 8 milimeter, ( 15/09/2026 ).



Temuan tersebut kemudian dikonfirmasi kepada YS, yang diketahui merupakan Ketua Kelompok Tani Alle Berong I.


Saat dikonfirmasi mengenai ukuran besi yang digunakan, YS menyebut bahwa besi begel berukuran 4 milimeter, sedangkan besi tulangan berukuran 8 milimeter.

Keterangan tersebut menjadi perhatian tim karena ukuran dan spesifikasi material konstruksi semestinya dapat dicocokkan dengan RUKK/RAB, gambar teknis serta spesifikasi pekerjaan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan.



Diduga perlu dicocokkan dengan spesifikasi, " Jafar, LSM Gempa Indonesia, mengatakan pihaknya belum mengambil kesimpulan bahwa material tersebut melanggar ketentuan.


Menurutnya, temuan lapangan harus terlebih dahulu dibandingkan dengan dokumen teknis kegiatan.

“Kami melihat adanya penggunaan besi yang ukurannya perlu dipastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi pekerjaan. Karena itu, kami tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan pengamatan visual,” ujar Jafar.



Ia mengatakan pemeriksaan harus dilakukan dengan melihat RUKK/RAB, gambar teknis dan spesifikasi material yang ditetapkan untuk pekerjaan tersebut.

“Kalau ukuran besi yang digunakan memang sesuai dengan dokumen teknis, tentu harus dibuktikan dengan dokumen. Tetapi kalau ternyata berbeda dari spesifikasi yang ditetapkan, maka itu perlu mendapat penjelasan dan pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.



Jangan hanya dilihat dari bentuk fisiknya saja. Menurut Jafar, kualitas konstruksi tidak cukup dinilai hanya dari bangunan yang tampak selesai secara fisik.

Apalagi pekerjaan tersebut menggunakan dana bantuan pemerintah yang nilainya mencapai Rp155,7 juta.


Karena itu, pihaknya meminta pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap material yang digunakan, termasuk ukuran besi, jumlah, spesifikasi serta kesesuaiannya dengan dokumen perencanaan.

“Kami berharap pihak teknis yang berwenang melakukan pemeriksaan secara objektif.

Ukuran besi bisa diukur, dokumennya bisa diperiksa, sehingga masyarakat mendapatkan kepastian berdasarkan fakta dan bukan asumsi,” katanya.


Jafar juga meminta agar kelompok penerima bantuan maupun instansi terkait terbuka memberikan penjelasan mengenai spesifikasi material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut.




Aparat dan Dinas Pertanian Kabupaten /Provinsi, diminta turun memeriksa kepastian material yang digunakan.

Tim Pencari Fakta LSM Gempa Indonesia meminta aparat pengawasan dan Dinas Pertanian setempat melakukan penelusuran terhadap pekerjaan tersebut, khususnya pada aspek teknis pembesian dan kesesuaiannya dengan dokumen kegiatan.


Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah pelaksanaan fisik di lapangan telah sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi yang ditetapkan.


Temuan pembesian ini juga menjadi bagian dari penelusuran lanjutan tim terhadap pembangunan IRPOM di Desa Parangluara.


Hingga berita ini dipublikasikan, pihak redaksi masih menunggu klarifikasi dan tanggapan dari pihak terkait, termasuk Pemerintah/Dinas Pertanian setempat dan pihak Kelompok Tani Alle Beroang I. Redaksi tetap memberikan ruang yang proporsional bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan atas temuan yang disampaikan dalam pemberitaan ini. ( Bersambung...)


TIM INVESTIGASI


( Mgi/Tim )


 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page