Swadaya Tanpa Banyak Sorotan, Petani Lanra-Lanra Sulap Lahan Kering Jadi Sawah Produktif
- Ridwan Umar
- 38 menit yang lalu
- 2 menit membaca

Swadaya Tanpa Banyak Sorotan, Petani Lanra-Lanra Sulap Lahan Kering Jadi Sawah Produktif
Gowa, 29 April 2026 – Semangat gotong royong dan kemandirian ditunjukkan oleh masyarakat petani di Dusun Lanra-Lanra, Desa Pa’bentengang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Lahan yang sebelumnya berupa tanah darat, kini perlahan berubah menjadi area persawahan yang produktif.
Dahulu, lahan tersebut hanya dapat ditanami komoditas seperti jagung, ubi jalar, dan kacang-kacangan. Dengan keterbatasan air, para petani harus berupaya ekstra, termasuk memanfaatkan sumber air secara mandiri agar tanaman dapat tumbuh.
Namun pada tahun 2024, muncul inisiatif dari masyarakat untuk meningkatkan fungsi lahan agar dapat ditanami padi. Harapannya, lahan tersebut mampu memberikan hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan, sebagaimana sawah di wilayah lain yang dapat panen hingga tiga kali dalam setahun.
BACA JUGA :



Melalui kekompakan warga, proses perubahan lahan mulai dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tenaga dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengelola yang membantu dalam penataan lahan serta pembukaan akses jalan tani guna menunjang aktivitas pertanian.
Memasuki tahun 2025, sebagian lahan telah berhasil diubah menjadi persawahan dan mulai ditanami padi. Hingga tahun 2026 ini, masih terdapat beberapa petak lahan yang terus dalam tahap pengolahan untuk dijadikan sawah.

Salah satu pemilik lahan, Daeng Muhamma, mengaku sangat bersyukur atas perubahan tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang lahan kami sudah bisa ditanami padi. Dulu tidak pernah terpikir bisa seperti ini,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Daeng Tika, yang kini telah merasakan hasil panen awal dan tengah bersiap untuk penanaman berikutnya.

“Kami berharap ke depan bisa panen sampai tiga kali setahun seperti di tempat lain,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Lanra-Lanra, Daeng Ngewa, turut menyampaikan apresiasi atas kekompakan warganya dalam mengelola lahan secara mandiri.
“Ini murni inisiatif masyarakat. Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian, seperti bantuan saluran drainase, alat pertanian, maupun bibit unggul agar hasil pertanian semakin meningkat,” ungkapnya, 29 April 2026.
Proses perubahan lahan tersebut dilakukan secara bertahap melalui inisiatif dan kerja sama masyarakat setempat, dengan menyesuaikan kondisi lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai area persawahan.
Seluruh kegiatan yang dilakukan masyarakat difokuskan sepenuhnya untuk kepentingan pertanian, sebagai upaya meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Upaya ini menjadi bukti nyata semangat kemandirian petani dalam mengelola potensi lahan yang dimiliki, sehingga diharapkan dapat dipandang sebagai langkah positif dalam pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Dengan capaian yang telah diraih, masyarakat berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah maupun instansi terkait agar pengembangan lahan pertanian ini dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menantikan perhatian dan tindak lanjut dari pihak pemerintah terkait.
( Mgi / Junaedy )

















































