Laga Intelektual dan Adu Gengsi: Paitana Membara Menuju Kursi Parlemen Desa
- Ridwan Umar
- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Laga Intelektual dan Adu Gengsi: Paitana Membara Menuju Kursi Parlemen Desa
PAITANA, JENEPONTO – Suhu politik di Desa Paitana mendadak memanas menjelang suksesi pengisian keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode mendatang.
Pertarungan ini bukan sekadar perebutan kursi formalitas, melainkan palagan adu strategi dan kapasitas intelektual antarwilayah yang kian mengerucut tajam.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Panitia Penyelenggara di bawah komando Arifin Dacing,
tercatat sebanyak 29 figur potensial telah dinyatakan lolos verifikasi berkas dan siap bertarung memperebutkan 9 kursi bergengsi BPD Desa Paitana.
Peta Kekuatan dan Dominasi Wilayah
Eskalasi persaingan menyebar merata di delapan dusun yang menjadi basis konstituen. Berikut adalah rincian peta kekuatan para kandidat:

Sunggumanai Selatan: 6 Kandidat
Rapparaka: 6 Kandidat
Sunggumanai Utara: 3 Kandidat
Bontomanai: 3 Kandidat (termasuk 1 keterwakilan perempuan)
Rannaya: 3 Kandidat
Lebangmanai: 3 Kandidat
Sunggumanai Timur: 2 Kandidat
Bonto Lebang: 2 Kandidat
Sunggumanai Selatan: "Grup Neraka" Para Akademisi
Sorotan tajam tertuju pada Dusun Sunggumanai Selatan.
Wilayah ini disebut-sebut sebagai "Grup Neraka" karena dihuni oleh deretan kandidat dengan latar belakang pendidikan mentereng, mulai dari strata S1 hingga magister (S2). Pertarungan di dusun ini diprediksi akan menjadi debat gagasan paling berkualitas, di mana integritas dan kedalaman visi akan menjadi penentu utama kemenangan.
Intervensi Standar Mutu: Tes Tulis Menanti
Tidak hanya mengandalkan basis massa, para kandidat akan diuji melalui mekanisme tes tertulis yang dijadwalkan pada 27 April 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa mereka yang terpilih memiliki kompetensi manajerial dan pemahaman regulasi yang mumpuni.

Kehadiran Dinas PMD dan Tahapan Kampanye
Proses musyawarah pemilihan ini mendapat pengawasan ketat dari otoritas daerah. Kabid Dinas PMD Kabupaten Jeneponto hadir langsung beserta rombongan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai koridor hukum (regulasi).
Dalam suasana rapat yang berlangsung dinamis namun tertib, panitia memberikan ruang transparansi pasca-musyawarah.

Para kandidat diberikan kesempatan untuk mendokumentasikan daftar pemilih serta ruang terbuka untuk berkampanye guna memikat hati konstituen di wilayah masing-masing.
Harapan Besar Masyarakat
Ketua Panitia, Arifin Dacing, bersama elemen masyarakat menaruh harapan besar agar proses demokrasi tingkat desa ini melahirkan wakil rakyat desa yang mampu berdiri tegak di atas kepentingan masyarakat.
"Target utama kita adalah lahirnya anggota BPD yang mampu mengartikulasikan aspirasi rakyat secara berkeadilan dan memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi tanpa tebang pilih," pungkas perwakilan panitia di sela-sela rapat.
Kini, bola panas ada di tangan para kandidat. Siapakah yang akan melenggang ke kursi BPD Paitana? Sejarah baru akan segera tertulis.
( Mgi/Guss mahfuji )

















































