"Pohon Pisang Bersemi di Jalanan," Warga Berutallasa Gowa Tagih Janji Manis Politik yang Berubah Pahit!
- Ridwan Umar
- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca

"Pohon Pisang Bersemi di Jalanan," Warga Berutallasa Gowa Tagih Janji Manis Politik yang Berubah Pahit!
GOWA – Publik media sosial dihebohkan dengan aksi protes unik namun menohok dari warga Dusun Bungasunggu dan Dusun Kampung Beru, Desa Berutallasa, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa.
Karena bosan kenyang dengan "janji manis" politisi yang tak kunjung terealisasi, warga akhirnya nekat menanam pohon pisang tepat di tengah jalanan yang rusak parah.
Aksi ini bukan sekadar bercocok tanam biasa, melainkan simbol perlawanan dan mosi tidak percaya warga terhadap komitmen pembangunan yang pernah dijanjikan saat masa kampanye.
Kronologi "Kebun Dadakan" di Tengah Jalan
BACA JUGA :



Berdasarkan informasi yang beredar dan unggahan akun Rais Masagalay..., warga merasa dianaktirikan terkait pembangunan infrastruktur jalan. Berikut adalah poin-poin "pedas" di balik aksi tersebut:
Capek Menunggu: Warga merasa sudah terlalu lama bersabar menunggu perbaikan jalan yang dijanjikan, namun hingga kini akses jalan masih menyerupai aliran sungai kering yang dipenuhi batu.

Sindiran Keras: Menanam pohon pisang di jalan adalah cara warga menunjukkan bahwa jalan tersebut lebih layak menjadi lahan pertanian daripada sarana transportasi publik.
Tagih Janji Politik: Aksi ini ditujukan langsung kepada para pemangku kebijakan yang dulu datang mengemis suara dengan janji perbaikan jalan, namun kini seolah "amnesia" setelah duduk di kursi jabatan.

Sentilan Pedas untuk Pemerintah Daerah. Kondisi ini mencerminkan betapa kontrasnya kemajuan di pusat kota Gowa dengan realitas di pelosok Desa Berutallasa.
Warga Biringbulu seolah bertanya: "Apakah suara kami hanya berharga saat pemilu, tapi aspirasi kami sampah setelahnya?"
"Daripada dibiarkan rusak dan hanya jadi janji, lebih baik ditanami pisang sekalian. Siapa tahu buahnya bisa dinikmati, daripada janji politik yang cuma bikin sakit hati!" – Ungkap salah satu netizen menanggapi foto tersebut.
Apa Selanjutnya?
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon nyata dari Pemerintah Kabupaten Gowa maupun anggota dewan dapil terkait. Warga mengancam akan terus menyuarakan protes ini sampai ada alat berat yang benar-benar turun ke lokasi, bukan sekadar kunjungan formalitas dengan janji baru.
( Mgi/Guss mahfuji )

















































