top of page

Teror Pelemparan Gereja Di Palopo Belum Terungkap, Frederik Kalalembang Akan Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolres Palopo.

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 1 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Teror Pelemparan Gereja Di Palopo Belum Terungkap, Frederik Kalalembang Akan Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolres Palopo.



Palopo, Sulsel ~ Aksi teror berupa pelemparan terhadap gereja dan rumah warga di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, hingga kini masih terus terjadi. Peristiwa yang sebelumnya telah menyita perhatian publik dan mendapat sorotan dari Frederik Kalalembang itu disebut belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian, bahkan dilaporkan masih berlangsung hampir setiap hari dalam beberapa bulan terakhir.



Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai aparat penegak hukum belum mampu memberikan kepastian hukum dengan mengungkap dan menangkap pelaku yang diduga berada di balik serangkaian aksi teror tersebut. Pasalnya, kejadian itu bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berulang dalam kurun waktu yang cukup lama hingga membuat warga hidup dalam rasa takut.





Frederik Kalalembang menyampaikan kekecewaan dan keprihatinannya atas penanganan kasus yang dinilai berjalan lambat. Menurutnya, persoalan keamanan masyarakat tidak boleh dianggap remeh, terlebih ketika menyangkut rumah ibadah dan keselamatan warga yang terdampak langsung oleh aksi teror tersebut.



“Saya sudah meminta Kapolres Palopo AKBP Dedi Surya Dharma untuk segera menindaklanjuti kasus ini. Namun hingga saat ini saya belum melihat hasil yang signifikan. Pelaku belum juga diamankan, sementara aksi teror masih terus terjadi. Jika kasus seperti ini belum dapat diselesaikan, bagaimana dengan persoalan lain yang lebih besar seperti BBM ilegal dan sebagainya?” ujar Frederik, Minggu (31/5/2026).



Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III itu juga menyoroti situasi keamanan di Kota Palopo yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Ia mempertanyakan sejauh mana komitmen aparat dalam menciptakan rasa aman dan menjaga ketertiban di wilayah hukum Polres Palopo.





“Peristiwa ini sudah berulang kali terjadi dan tidak bisa dianggap sebagai hal biasa. Jika masalah seperti ini belum mampu dituntaskan, tentu publik akan mempertanyakan kinerja kepolisian. Saya melihat belum ada perhatian yang serius terhadap kejadian ini,” katanya.



Lebih lanjut, Frederik menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman. Karena itu, ia berencana menyampaikan persoalan tersebut kepada Djuhandani selaku Kapolda Sulawesi Selatan.



Menurutnya, apabila penanganan kasus ini masih belum menunjukkan perkembangan berarti, ia akan meminta evaluasi lebih lanjut kepada Listyo Sigit Prabowo.



“Jika memang tidak dapat ditangani secara maksimal, saya akan menyampaikannya kepada Kapolri untuk dilakukan evaluasi. Negara tidak boleh kalah oleh pelaku teror, dan aparat kepolisian harus hadir untuk memberikan perlindungan serta rasa aman kepada masyarakat,” tegas Frederik.


( Mgi / Ridwan )


 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page