top of page

Transformasi Pendidikan Jeneponto: Simak Gebrakan MPLS 2026/2027 Yang Edukatif Dan Bebas Perundungan

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 2 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Transformasi Pendidikan Jeneponto: Simak Gebrakan MPLS 2026/2027 Yang Edukatif Dan Bebas Perundungan



JENEPONTO — Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto melakukan langkah progresif dalam menyambut generasi penerus bangsa. Melalui momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), instansi ini berkomitmen menciptakan atmosfer akademik yang adaptif, dinamis, dan inklusif di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK/Sederajat se-Kabupaten Jeneponto.



Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Alamsyah, S.E., M.M., menyampaikan ucapan selamat datang yang sarat akan motivasi kepada seluruh murid baru.


Ia menekankan bahwa fase awal persekolahan harus dipandang sebagai sebuah stimulus intelektual yang menyenangkan, bukan sebuah tekanan.

"Jadikan hari pertama sekolah sebagai awal petualangan seru—kenali guru dan teman barumu, belajar dengan gembira, tanpa perundungan," ungkap Alamsyah dalam pesan edukatifnya.



Fokus pada Tiga Pilar Utama

Langkah dinamis yang diusung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto pada tahun ajaran ini bertumpu pada tiga esensi utama

Penyelarasan Mental dan Karakter:

Mengubah paradigma MPLS lama menjadi ruang adaptasi yang humanis agar siswa mampu mengenali potensi diri dan lingkungan belajar baru mereka secara optimal.



Implementasi Zero Bullying (Tanpa Perundungan): Menegaskan komitmen protektif terhadap keamanan psikologis anak, menciptakan ekosistem sekolah yang aman agar kreativitas dan intelektualitas siswa dapat berkembang tanpa hambatan.


Pembelajaran Berbasis Kegembiraan (Joyful Learning): Mendorong metode pedagogi yang interaktif dan inovatif sejak hari pertama guna memicu rasa ingin tahu (curiosity) peserta didik.



Langkah taktis yang diambil oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Jeneponto ini diharapkan dapat menjadi rujukan standar mutu pendidikan di Sulawesi Selatan.

 Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kecerdasan emosional dan lingkungan yang suportif, Jeneponto siap mencetak generasi emas yang kompetitif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Laporan :


LSM gempa Indonesia Jeneponto


( MGI / Gusss mahfuji )


 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page