top of page

Kawal Ketat Laporan Manipulasi Keuangan FIKK UNM, LSM Gempa Indonesia Lakukan Kunjungan Kedua ke Irjen Kemendiktisaintek dan Beri Warning Keras ke Rektorat

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 1 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

MEDIAGEMPAINDONESIA.COM | JAKARTA, 4 Juni 2026 – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempa Indonesia kembali membuktikan keseriusannya dalam membongkar dugaan skandal maladministrasi dan manipulasi keuangan di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM). Tidak membiarkan laporan jalan di tempat, DPP LSM Gempa Indonesia mengutus delegasi resminya, Sahardi, untuk melakukan kunjungan kedua ke Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Jakarta.


Menanggapi hasil kunjungan utusannya tersebut, Ketua Umum DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin, S.H., Kr. Tinggi, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapatkan kepastian terkait status berkas aduan Nomor: 011/K-DPP/GEMPA/LAP-DUMAS/V/2026 yang diserahkan pada pertengahan Mei lalu.


"Kunjungan kedua yang dilakukan oleh delegasi kami ini adalah bentuk pengawalan ketat. Laporannya, pihak loket kementerian telah mengonfirmasi bahwa berkas aduan LSM Gempa Indonesia sudah didisposisikan ke Tim Investigasi. Saat ini, tim tersebut sedang dalam tahap mendalami materi aduan secara komprehensif," ungkap Amiruddin, Kamis (4/6).

Lebih lanjut, Amiruddin menegaskan bahwa pihak Irjen juga telah memberikan sinyal kuat terkait eskalasi penanganan perkara. Menurut laporan yang ia terima dari utusannya di Jakarta, tim investigasi internal kementerian akan segera menjadwalkan investigasi lapangan untuk turun langsung ke Makassar jika bukti-bukti awal yang dilampirkan dinilai kuat dan memenuhi unsur pelanggaran.


"Kami menyambut baik progres ini. Artinya, kementerian tidak diam. Kami mengutus perwakilan jauh-jauh ke Jakarta untuk memastikan bahwa bukti dugaan Pelanggaran Disiplin PNS Tingkat Berat dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) uang negara di FIKK UNM ini benar-benar dibedah oleh auditor pusat," tegas Amiruddin.

Sebagai informasi, aduan yang dikawal ketat oleh LSM Gempa Indonesia ini memuat tiga indikasi pelanggaran krusial di tubuh FIKK UNM, antara lain:

  • Dugaan Double Dipping: Pencairan remunerasi dan tunjangan sertifikasi dosen secara ilegal oleh oknum dosen yang berstatus sedang melaksanakan Tugas Belajar di Yogyakarta.

  • Dugaan SPJ Fiktif LP2M: Temuan aliran dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk penelitian di Sulawesi yang menyeret nama-nama dosen berstatus tugas belajar.

  • Dugaan Maladministrasi Pemilihan Dekan: Rekayasa formil dalam pembentukan panitia Pemilihan Dekan FIKK UNM periode 2026-2030 yang melanggar Peraturan Rektor demi memuluskan suksesi oknum bermasalah.


Seiring dengan bergulirnya proses di meja Irjen Kemendiktisaintek, Amiruddin selaku pimpinan tertinggi LSM Gempa Indonesia juga secara resmi melayangkan warning atau peringatan keras kepada pimpinan Universitas Negeri Makassar.


Amiruddin mendesak Plt. Rektor UNM beserta jajaran Senat Universitas untuk segera menangguhkan atau menunda seluruh rangkaian proses pelantikan Dekan FIKK UNM terpilih periode 2026-2030.


"Mengingat proses telaah dan investigasi sedang berjalan di kementerian pusat, sangat tidak etis dan berisiko cacat hukum secara permanen jika pihak Rektorat tetap memaksakan pelantikan. Kami peringatkan agar pelantikan Dekan FIKK UNM ditunda sampai ada kejelasan status hukum dan sanksi definitif dari Irjen Kemendiktisaintek turun," tegas Amiruddin.

Di akhir keterangannya, Amiruddin mengingatkan bahwa LSM Gempa Indonesia tidak akan mengendurkan tekanan dan siap untuk terus menagih janji Irjen melakukan investigasi lapangan.


"Integritas institusi pendidikan tinggi kita sedang dipertaruhkan. Kami akan terus memantau pergerakan tim investigasi ini. Jika Rektorat UNM tetap nekat melantik dekan yang sedang dalam proses pemeriksaan hukum administratif, maka kami pastikan perlawanan hukum yang lebih besar akan terjadi," tutup Amiruddin.

MGI/Ridwan




Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page