Pengusaha Dermawan Turun Tangan! Memberi Bantuan Dana Untuk Perbaikan Jalan Rusak Parah di Poros Sapaya–Malakaji. Pemprov Sulsel Abai & DPRD Provinsi Kehilangan Fungsinya
- Ridwan Umar
- 5 Apr
- 2 menit membaca

Pengusaha Dermawan Turun Tangan! Memberi Bantuan Dana Untuk Perbaikan Jalan Rusak Parah di Poros Sapaya–Malakaji. Pemprov Sulsel Abai & DPRD Provinsi Kehilangan Fungsinya
Gowa – Di tengah lambannya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur, Waketum DPP LSM GEMPA INDONESIA Arianto Paletteri mengapresiasi sosok pengusaha dermawan, H. Bisman, yang hadir membawa harapan bagi masyarakat. Dengan penuh keikhlasan, ia turun langsung membantu warga memperbaiki jalan rusak parah di Batu Masongko, poros Sapaya–Malakaji, Kabupaten Gowa.
Kondisi jalan provinsi yang telah lama rusak parah itu akhirnya menggugah kepedulian H. Bisman. Tanpa berpikir panjang, ia mengajak warga untuk bergotong royong memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.
"Kita gotong royong! Soal biaya saya yang tanggung semua," tegas H. Bisman di hadapan warga

Aksi nyata tersebut disambut antusias oleh masyarakat Bungaya. Bersama-sama, mereka mulai memperbaiki sejumlah titik jalan yang paling parah, dan direncanakan akan terus berlanjut ke titik-titik lainnya hingga akses jalan kembali layak dilalui.
H. Bisman yang dikenal sebagai sosok dermawan, mengaku hanya ingin melihat Kabupaten Gowa maju dan masyarakat tidak lagi tersiksa akibat buruknya infrastruktur. Ia berharap perbaikan jalan ini dapat mendorong kelancaran aktivitas warga, termasuk roda perekonomian di wilayah tersebut.

Di sisi lain, langkah H. Bisman ini justru menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Provinsi Sulsel yang dinilai abai terhadap kondisi jalan provinsi, khususnya poros Sapaya–Malakaji yang telah lama mengalami kerusakan berat tanpa penanganan serius.
Wakil Ketua Umum DPP Gempa Indonesia, Ari Paletteri, memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian H. Bisman. Namun, ia juga melontarkan kritik tajam kepada pihak pemerintah provinsi dan legislatif.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan kegagalan fungsi pengawasan dan tanggung jawab DPRD Provinsi Sulsel terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
BACA JUGA :

“Ini bukan sekadar jalan rusak, ini bukti nyata kelalaian pemerintah. DPRD provinsi seperti kehilangan fungsinya, seakan tutup mata terhadap penderitaan rakyat. Padahal ini jalan provinsi, bukan jalan desa,” tegas Ari.
Ia menilai, pembiaran terhadap infrastruktur yang rusak parah selama bertahun-tahun merupakan bentuk pengabaian terhadap hak dasar masyarakat. Bahkan, ia menyebut bahwa apa yang dilakukan H. Bisman adalah bukti bahwa kepedulian tidak harus menunggu jabatan.

Lebih lanjut, Ari Paletteri mengingatkan masyarakat Gowa agar lebih selektif dalam memilih pemimpin dan wakil rakyat ke depan.
“Rakyat harus cerdas. Jangan lagi memilih pemimpin yang hanya datang saat butuh suara, tapi hilang saat rakyat butuh perhatian. Karena dampaknya kembali ke masyarakat sendiri,” tambahnya.
Sebagai penutup, Ari berharap sosok H. Bisman dapat menjadi panutan di Kabupaten Gowa.
“Semoga H. Bisman menjadi contoh nyata bahwa untuk berkontribusi bagi daerah, tidak harus menunggu jadi pejabat. Kepedulian dan keberanian bertindak itu yang dibutuhkan rakyat hari ini,” pungkasnya.
Aksi gotong royong ini pun menjadi simbol bahwa ketika pemerintah abai, rakyat dan sosok-sosok peduli seperti H. Bisman mampu menjadi solusi. Namun, pertanyaannya kini, sampai kapan tanggung jawab pemerintah akan terus diambil alih oleh rakyat?
( Mgi / Junaedy )


















































Komentar