Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia: Ingatkan Bupati Gowa Waspadai Penjilat Dan Musuh Dalam Selimut, Segera Lakukan Bersih Bersih Birokrasi

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia: Ingatkan Bupati Gowa Waspadai Penjilat Dan Musuh Dalam Selimut, Segera Lakukan Bersih Bersih Birokrasi
Gowa,Sulsel – Ketua DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin SH Karaeng Tinggi, mengingatkan Bupati Gowa Darmawansyah Muin agar berhati-hati dalam memilih orang-orang kepercayaan yang berada di lingkaran pemerintahan maupun lingkungan terdekatnya.
Menurut Amiruddin, seorang kepala daerah tidak boleh mudah percaya kepada pembantu yang hanya pandai menyusun laporan, menyampaikan pujian, atau memperlihatkan seolah-olah seluruh kebijakan berjalan baik. Sebab, dalam pemerintahan terdapat budaya yang dikenal dengan istilah "asal bapak senang" (ABS), yakni ketika bawahan lebih mengutamakan menyenangkan pimpinan daripada menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan.
"Kami mengingatkan Bupati Gowa Darmawansyah Muin agar jangan sampai dikelilingi orang-orang yang pandai menjilat, tetapi tidak mampu bekerja dan memberikan solusi. Jangan hanya mendengar laporan yang manis di telinga, sementara kenyataan di tengah masyarakat justru berbeda," tegas Amiruddin.
Ia menambahkan, sebagai lembaga kontrol sosial, DPP LSM Gempa Indonesia terus mencermati dinamika politik dan pemerintahan di Kabupaten Gowa. Pihaknya menilai bahwa kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi, kelompok, keluarga, maupun kepentingan politik tertentu.
"Jangan sampai rakyat Gowa hanya dijadikan objek untuk mendapatkan keuntungan oleh oknum pejabat atau pihak-pihak yang memiliki kekuasaan. Pemerintahan harus hadir untuk melayani rakyat, bukan menjadikan rakyat sebagai alat untuk mempertahankan jabatan dan kepentingan kelompok," ujarnya.

Bupati Gowa diminta segera bersih-bersih birokrasi
Amiruddin secara tegas meminta Bupati Darmawansyah Muin segera melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap jajaran pemerintahan Kabupaten Gowa.
Menurutnya, jangan sampai terlalu banyak pihak yang memperlihatkan diri sebagai pendukung dan pasang badan di hadapan Bupati, tetapi justru menyimpan kepentingan berbeda di belakang.
Ia mengingatkan bahwa orang yang paling dekat sekalipun belum tentu selalu memiliki niat yang sama dengan kepentingan pemerintahan dan masyarakat.
"Kami meminta Bupati segera melakukan bersih-bersih sebelum semakin banyak duri dalam pemerintahan. Evaluasi kinerja seluruh pejabat, mulai dari kepala dinas, kepala bidang, kepala bagian, camat, lurah hingga pejabat lainnya. Pertahankan mereka yang benar-benar bekerja, berintegritas, dan memiliki keberpihakan kepada rakyat," tegasnya.

Jangan sampai sejarah 'kerbau punya susu, sapi punya nama' terulang
Amiruddin juga menyinggung istilah peribahasa 'kerbau punya susu, sapi punya nama' sebagai gambaran ketidakadilan dalam menghargai perjuangan dan pengorbanan seseorang.
Ia menilai, dalam dinamika politik pemerintahan sebelumnya pada masa Husniah Talenrang, terdapat pihak-pihak yang menurutnya telah berjuang dan memberikan kontribusi, tetapi setelah kekuasaan berhasil diraih justru tidak lagi mendapatkan tempat sebagaimana yang diharapkan.
"Jangan sampai orang yang berkeringat dan berjuang justru dilupakan, sementara orang yang datang belakangan menikmati hasil perjuangan orang lain. Jangan sampai budaya seperti ini kembali terjadi dalam pemerintahan Gowa," ungkapnya.
Waspadai orang dekat yang mengatasnamakan Bupati
Lebih jauh, Amiruddin mengingatkan Bupati Darmawansyah Muin agar memberikan perhatian khusus terhadap orang-orang dekat, termasuk keluarga dekat, yang berpotensi menggunakan nama dan kedekatan dengan Bupati untuk kepentingan tertentu.

Menurutnya, jangan sampai ada pihak yang bertindak seolah-olah menjadi representasi Bupati, mengatasnamakan perintah Bupati, atau menggunakan kedekatan pribadi untuk memengaruhi pejabat dan mengambil keputusan pemerintahan tanpa kewenangan yang jelas.
"Pak Bupati harus hati-hati. Jangan sampai ada orang dekat atau keluarga dekat yang selalu mengatasnamakan Bapak dalam setiap urusan. Kalau ada yang membawa nama Bupati, harus dipastikan apakah benar itu perintah atau persetujuan Bupati. Jangan sampai nama dan kewibawaan Bapak digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok," tegas Amiruddin.
Ia menilai, praktik semacam itu apabila tidak diawasi dapat menjadi bumerang bagi kepala daerah sendiri. Bahkan, bukan tidak mungkin orang yang selama ini terlihat paling dekat justru menjadi sumber persoalan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati.
Gowa membutuhkan pembantu yang bekerja, bukan penjilat
Di akhir pernyataannya, Ketua DPP LSM Gempa Indonesia menegaskan bahwa Darmawansyah Muin harus membangun pemerintahan yang sehat, terbuka, profesional, dan bebas dari kepentingan kelompok.
Bupati membutuhkan pembantu yang berani menyampaikan fakta, berani memberikan kritik, mampu menyelesaikan persoalan, serta tidak takut melaporkan kondisi sebenarnya meskipun tidak menyenangkan pimpinan.

"Jangan ukur loyalitas dari seberapa keras seseorang membela Bupati atau seberapa pandai seseorang memuji Bupati. Ukurlah dari hasil kerjanya, kejujurannya, integritasnya, dan keberpihakannya kepada masyarakat."
"Bupati jangan mencari orang yang selalu mengatakan Bapak benar. Carilah orang yang berani mengatakan kebenaran, sekalipun kebenaran itu tidak menyenangkan. Sebab, musuh terbesar seorang pemimpin terkadang bukan orang yang berada di luar kekuasaan, melainkan orang yang setiap hari berada di dekatnya," tutup Amiruddin SH Karaeng Tinggi.
DPP LSM Gempa Indonesia menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Gowa demi terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.
( Mgi/Ridwan )


















































Komentar