DPP LSM Gempa Indonesia: Wakil Bupati Gowa Harus Paham Pemerintahan, Adat Budaya, dan Utamakan Kepentingan Rakyat

Ketua DPP LSM Gempa Indonesia: Wakil Bupati Gowa Harus Paham Pemerintahan, Adat Budaya, dan Utamakan Kepentingan Rakyat
GOWA – Ketua DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin SH Karaeng Tinggi, menegaskan bahwa penentuan sosok Wakil Bupati Gowa yang nantinya akan mendampingi Bupati Gowa Darmawansyah Muin tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan kepentingan politik, kedekatan pribadi, golongan, apalagi kepentingan keluarga.
Menurut Amiruddin, posisi Wakil Bupati Gowa merupakan jabatan strategis yang membutuhkan sosok berintegritas, memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam tentang kondisi daerah, serta mampu bekerja sama membangun pemerintahan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
"Orang yang layak menjadi Wakil Bupati Gowa adalah orang yang benar-benar mengetahui situasi dan kondisi Kabupaten Gowa, memahami tata kelola pemerintahan, serta memiliki kemampuan dan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jangan hanya melihat popularitas, kekuatan politik, atau kedekatan dengan penguasa," tegas Amiruddin.
Ia menilai, Gowa saat ini membutuhkan figur pendamping kepala daerah yang tidak hanya memahami teori pemerintahan, tetapi juga mengetahui persoalan nyata yang sedang dihadapi masyarakat, termasuk kemiskinan, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, persoalan sosial, serta pembenahan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa.

Amiruddin juga menekankan bahwa calon Wakil Bupati Gowa harus memahami dan menghormati adat istiadat serta nilai-nilai budaya masyarakat Gowa. Sebab, Gowa memiliki sejarah, identitas, dan kearifan lokal yang harus dijaga oleh setiap pemimpin daerah.
"Pemimpin di Gowa harus tahu adat dan budaya Gowa. Harus memiliki etika, moral, keberanian menegakkan kebenaran, serta kemampuan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, kelompok, maupun keluarga," ujarnya.
Lebih lanjut, Amiruddin mengingatkan bahwa Wakil Bupati bukan sekadar pelengkap jabatan atau simbol dalam struktur pemerintahan. Wakil Bupati harus menjadi mitra kerja yang mampu memberikan gagasan, melakukan pengawasan, menyampaikan kritik konstruktif, dan membantu Bupati dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia berharap Darmawansyah Muin dapat mempertimbangkan figur yang memiliki kapasitas, integritas, rekam jejak yang baik, serta keberanian mengambil sikap demi kepentingan Kabupaten Gowa.
"Jangan sampai Gowa kembali terjebak dalam pola kepemimpinan yang lebih mengutamakan kepentingan kelompok dan lingkaran kekuasaan. Kita membutuhkan pemimpin yang bekerja untuk rakyat, bukan pemimpin yang menjadikan jabatan sebagai alat untuk membangun kepentingan pribadi atau keluarganya," tegasnya.
Amiruddin menambahkan, ukuran utama seorang Wakil Bupati bukanlah siapa yang mendukungnya, siapa keluarganya, atau dari kelompok politik mana dia berasal, melainkan apa kemampuan, integritas, dan kontribusi nyata yang dapat diberikan untuk masyarakat Gowa.

Ketua DPP LSM Gempa Indonesia tersebut berharap proses penentuan Wakil Bupati Gowa nantinya menjadi momentum memperkuat pemerintahan, memperbaiki tata kelola birokrasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membangun Kabupaten Gowa secara adil dan berkelanjutan.
"Yang dibutuhkan masyarakat Gowa adalah pemimpin yang mengerti persoalan rakyat, menghargai adat budaya, berani menegakkan kebenaran, dan mampu membangun daerah. Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas tertinggi, bukan kepentingan pribadi, golongan, maupun keluarga," tutup Amiruddin.
(Mgi/Ridwan)


















































Komentar