top of page

Demi Gowa Bersih, Ketua Lsm Gempa Indonesia Desak Bupati Ganti Pejabat Yang Masih Terikat Loyalitas Politik Lama

Gambar penulis: Ridwan Umar
Ridwan Umar
20 jam yang lalu
3 menit membaca

Demi Gowa Bersih, Ketua Lsm Gempa Indonesia Desak Bupati Ganti Pejabat Yang Masih Terikat Loyalitas Politik Lama


Gowa, Sulsel – Ketua DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin SH Karaeng Tinggi, mendesak Bupati Gowa Darmawansyah Muin untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengganti pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa, mulai dari lurah, sekretaris camat (Sekcam), kepala bidang (Kabid), kepala bagian (Kabag), hingga kepala dinas (Kadis).


Menurut Amiruddin, langkah bersih-bersih birokrasi merupakan kebutuhan mendesak demi mewujudkan pemerintahan Kabupaten Gowa yang bersih, profesional, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.


Ia menilai, masih terdapat pejabat di lingkungan Pemkab Gowa yang diduga lebih mengedepankan loyalitas politik kepada mantan Bupati Adnan Purichta Ichsan maupun Bupati sebelumnya, Husniah Talenrang, dibandingkan loyalitas terhadap kepentingan masyarakat dan pemerintahan yang sedang berjalan.


"Jangan sampai Bupati Darmawansyah Muin mempertahankan pejabat yang masih membawa kepentingan dan loyalitas politik masa lalu. Pemerintahan harus berjalan berdasarkan aturan, profesionalisme, integritas, dan kepentingan rakyat, bukan berdasarkan hubungan kekuasaan," tegas Amiruddin.



Ia mengingatkan bahwa pejabat yang tidak mampu bekerja secara profesional, tidak sejalan dengan agenda pembenahan pemerintahan, serta terbukti melakukan penyimpangan dapat menjadi duri dalam daging bagi jalannya pemerintahan Kabupaten Gowa.


Pernyataan tersebut, menurut Amiruddin, sejalan dengan pandangan Ketua Majelis Adat Tinggi Kabupaten Gowa, Andi Bau Alik, mengenai pentingnya pembenahan dan penataan pemerintahan demi kepentingan daerah.


KORUPSI DI SEJUMLAH DINAS HARUS DIBONGKAR


Lebih lanjut, Amiruddin mengungkapkan bahwa DPP LSM Gempa Indonesia telah melaporkan sejumlah dugaan kasus korupsi di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Gowa kepada aparat penegak hukum.


Ia menyebut sejumlah laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan anggaran pada masa pemerintahan sebelumnya, khususnya periode kepemimpinan Adnan Purichta Ichsan.



"Jangan ada pejabat yang merasa kebal hukum hanya karena pernah memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Semua laporan yang telah kami sampaikan kepada aparat penegak hukum harus ditindaklanjuti secara serius. Siapa pun yang terlibat harus diperiksa berdasarkan bukti dan ketentuan hukum," ujarnya.


Amiruddin juga menilai bahwa persoalan tata kelola pemerintahan, pengawasan anggaran, dan dugaan penyimpangan di sejumlah dinas harus menjadi perhatian serius Bupati Gowa.


Menurutnya, apabila berbagai persoalan tersebut tidak dibenahi, maka cita-cita mewujudkan pemerintahan bersih hanya akan menjadi slogan.


BUPATI HARUS BERANI MELAKUKAN REFORMASI BIROKRASI



Amiruddin mencontohkan langkah kepemimpinan di institusi Polri yang melakukan pergantian pejabat strategis setelah pergantian pucuk pimpinan sebagai gambaran pentingnya penyegaran organisasi.


Ia meminta Bupati Gowa tidak ragu melakukan evaluasi dan penyegaran birokrasi sejak awal kepemimpinannya.


"Kalau ingin membangun Gowa yang bersih, jangan takut mengganti pejabat. Bupati harus berani mengambil langkah tegas. Jangan sampai pemerintahan baru hanya berganti pemimpin, tetapi pola kerja, jaringan kepentingan, dan kebiasaan lama tetap dipertahankan," tegasnya.


Ia menambahkan, pergantian pejabat bukan semata-mata persoalan loyalitas politik, melainkan harus berdasarkan evaluasi kinerja, kompetensi, integritas, rekam jejak, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.


KADERISASI PEJABAT HARUS DIHENTIKAN JIKA MELAHIRKAN PENYIMPANGAN


Ketua DPP LSM Gempa Indonesia tersebut juga mengingatkan agar Bupati Gowa tidak mempertahankan pola kaderisasi jabatan yang hanya mengutamakan kedekatan, kelompok, dan kepentingan tertentu.



Menurutnya, Gowa membutuhkan pejabat yang memiliki kemampuan mengelola pemerintahan, memahami persoalan masyarakat, berani menegakkan aturan, serta tidak menjadikan jabatan sebagai sarana mencari keuntungan pribadi maupun kelompok.


"Jangan sampai yang dipertahankan adalah orang-orang yang selama ini mahir memainkan jabatan, mengatur kepentingan, dan melakukan penyimpangan. Gowa membutuhkan pejabat yang bersih, bukan pejabat yang hanya pintar mempertahankan kekuasaan," katanya.


Amiruddin menegaskan, LSM Gempa Indonesia akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial dan mengawal laporan-laporan dugaan korupsi hingga memperoleh kepastian hukum.


Demi Gowa yang bersih, Amiruddin meminta Bupati Darmawansyah Muin menjadikan reformasi birokrasi sebagai prioritas utama. Pemerintahan baru harus membawa perubahan nyata, bukan sekadar pergantian nama dan jabatan, tetapi juga perubahan mentalitas, integritas, serta sistem tata kelola pemerintahan Kabupaten Gowa.


( Mgi/Ridwan )


 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page