top of page

JANJI MANIS KAMPANYE MEMBUAL! Jalan Trans Rangnging-Pencong Rusak Parah bak Kubangan Kerbau, Pemerintah & DPRD Gowa Tutup Mata?

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 8 menit yang lalu
  • 2 menit membaca

JANJI MANIS KAMPANYE MEMBUAL! Jalan Trans Rangnging-Pencong Rusak Parah bak Kubangan Kerbau, Pemerintah & DPRD Gowa Tutup Mata?



GOWA – Janji-janji manis saat kampanye pilkada tampaknya kini menguap begitu saja menjadi asap kosong. Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan wilayah Rangnging – Rangnging, Desa Pencong, Kecamatan Biringbulu yang menjadi urat nadi menuju Desa Berutallasa serta desa-desa sekitarnya di Kabupaten Gowa, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan nyaris lumpuh total.


Berdasarkan pantauan langsung dan dokumentasi lapangan dari lembaga swadaya masyarakat DPD II LSM Gempa Indonesia,



 akses jalan yang seharusnya mulus dilewati kendaraan kini berubah wujud menjadi jalur tengkorak yang dipenuhi batu lepas, aspal hancur terkelupas, serta lubang-lubang dalam yang siap memakan korban jiwa.





Urat Nadi Ekonomi yang Terabaikan.


Jalanan menanjak dan berliku di kawasan perbukitan ini merupakan jalur vital bagi perputaran ekonomi warga setempat, khususnya untuk mengangkut hasil bumi seperti jagung dan komoditas pertanian lainnya. Namun,


Alih-alih mendapatkan perhatian, warga justru dipaksa bertaruh nyawa setiap hari melewati jalan yang lebih mirip sungai kering berbatu ini.


"Kalau musim hujan tiba, jalur ini berubah jadi kubangan lumpur yang sangat licin. Kalau kemarau, batu-batu lepas ini sangat rawan membuat pengendara motor terjatuh. Kami seperti dianaktirikan!" keluh salah seorang warga yang melintas dengan nada geram.


Ke Mana Pemerintah Daerah dan DPRD Gowa?


Kondisi ini memicu pertanyaan besar dan kecaman pedas dari masyarakat jelata. Ke mana perginya Pemerintah Kabupaten Gowa beserta para anggota DPRD II Kabupaten Gowa yang terhormat?

Saat butuh suara rakyat pada masa kampanye, mereka berbondong-bondong datang mengumbar janji akan menyejahterakan masyarakat melalui infrastruktur yang layak.





Namun setelah kursi kekuasaan diraih, janji tersebut seolah sengaja dilupakan secara amnesia berjamaah.

Masyarakat mulai mempertanyakan fungsi pengawasan dan penganggaran para wakil rakyat di DPRD Gowa. Apakah mereka harus menunggu adanya korban jiwa yang jatuh di jalur Rangnging-Pencong ini baru kemudian sibuk saling lempar tanggung jawab dan menggelar rapat koordinasi yang tak kunjung membuahkan hasil nyata?


Desakan Aksi Nyata, Bukan Sekadar Retorika

Aliansi masyarakat bersama DPD II LSM Gempa Indonesia mendesak agar Bupati Gowa, Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta jajaran DPRD Kabupaten Gowa segera turun dari kursi empuk mereka, melihat langsung penderitaan rakyat di Desa Pencong, dan segera menganggarkan perbaikan jalan beton atau pengaspalan yang layak.


Rakyat tidak butuh retorika politik atau alasan klasik mengenai keterbatasan anggaran.


Rakyat membayar pajak, dan mereka berhak mendapatkan fasilitas jalan yang manusiawi! Jika dalam waktu dekat tidak ada respons konkret, gelombang protes dan mosi tidak percaya dari masyarakat dipastikan akan terus bergulir.


( Mgi  /  Tim )


 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page