PASAR GANTINGA DISOROT: PUSAT EKONOMI RAKYAT, SEKALIGUS BIANG KEMACETAN PARAH DI JALUR POROS
- Ridwan Umar
- 3 Apr
- 1 menit membaca

PASAR GANTINGA DISOROT: PUSAT EKONOMI RAKYAT, SEKALIGUS BIANG KEMACETAN PARAH DI JALUR POROS
Jeneponto -- Desa Bontomatene kembali jadi sorotan. Pasalnya, aktivitas di Pasar Gantinga yang dikenal sebagai pasar rakyat terbesar di wilayah tersebut kini menuai pro dan kontra dari masyarakat.
Pasar yang beroperasi rutin setiap hari Senin dan jumat disini memang menjadi urat nadi ekonomi warga.
Ribuan pedagang dan pembeli tumpah ruah, menjadikannya salah satu pusat transaksi terbesar di Kabupaten Jeneponto. Namun di balik geliat ekonomi itu, muncul persoalan serius yang tak kunjung terselesaikan: kemacetan parah.
Lokasi pasar yang tepat berada di jalur strategis, yakni jalan poros Bontosunggu–Malakaji, membuat arus lalu lintas sering lumpuh total. Kendaraan dari dua arah saling bertemu tanpa ruang gerak yang cukup, diperparah dengan parkir liar dan lapak pedagang yang meluber hingga ke badan jalan.
“Setiap hari pasar, kami seperti terjebak. Macetnya bukan lagi biasa, tapi sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” ungkap salah satu pengguna jalan.
BACA JUGA :

Kondisi ini dinilai tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Jeneponto, didesak untuk segera mengambil langkah konkret dan strategis.
Beberapa solusi yang mulai disuarakan antara lain:
Penataan ulang area pasar agar tidak meluas ke jalan Penyediaan lahan parkir khusus
Rekayasa lalu lintas saat hari pasar
Bahkan wacana relokasi pasar ke tempat yang lebih representatif
Pasar Gantinga memang aset ekonomi rakyat yang harus dijaga.

Namun jika dibiarkan tanpa penataan, justru bisa menjadi sumber masalah berkepanjangan.
Kini bola panas ada di tangan pemerintah: apakah akan bertindak cepat, atau membiarkan kemacetan terus menjadi “tradisi” setiap pekan?
Laporan : Rahman bagalayya
( Mgi / Guss Mahfuji )


















































Komentar