top of page

Indonesia Negara Kaya, Tapi Rakyat Miskin karena Kekuasaan dan Oligarki

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 13 Sep 2025
  • 1 menit membaca

Indonesia Negara Kaya, Tapi Rakyat Miskin karena Kekuasaan dan Oligarki




Jakarta – Ketua DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin SH Karaeng Tinggi, menyoroti kondisi bangsa Indonesia yang ironis: negara dengan kekayaan alam melimpah namun masih banyak rakyat hidup dalam kemiskinan.

Menurut Amiruddin, jutaan rakyat masih menganggur, sementara kekayaan negara justru dikuasai oleh segelintir elit politik, pejabat, dan oligarki yang menikmati hasil pembangunan.



 “Indonesia ini negara kaya raya, tapi rakyatnya miskin. Ratusan ribu pengangguran tidak terselesaikan, sementara pejabat dan oligarki hidup mewah. Hukum dijadikan alat kekuasaan, dan pemerintah lebih sibuk dengan pencitraan ketimbang mendengar jeritan rakyat,” tegas Amiruddin.



Ia menilai bahwa kebijakan pemerintah saat ini justru membebani masyarakat kecil. Hampir semua aktivitas rakyat dikenakan pajak: menjadi pegawai negeri dipajaki, belanja barang dipajaki, makan dipajaki, kendaraan dipajaki, hingga bahan bakar minyak (BBM) pun dipajaki.

 “Intinya, masyarakat miskin yang membayar pajak justru untuk memperkaya pejabat, DPR, dan oligarki. Inilah wajah ketidakadilan bangsa ini,” ujarnya.



BACA JUGA :






Amiruddin menekankan, langkah yang harus ditempuh agar kekayaan negara benar-benar dinikmati rakyat adalah dengan membenahi tata kelola negara, memberantas korupsi secara nyata, menghentikan dominasi oligarki, dan memastikan hasil pajak kembali ke rakyat dalam bentuk kesejahteraan, bukan kemewahan pejabat.



LSM Gempa Indonesia, kata Amiruddin, akan terus mengawal isu ini sebagai bagian dari kontrol sosial. Ia menegaskan bahwa rakyat tidak boleh terus-menerus dijadikan “mesin pajak” sementara kekuasaan hanya menjadi ladang kekayaan bagi segelintir kelompok tutupnya.


( MGI/RJ )

 
 
bottom of page