Dinkes Jeneponto Melalui Puskesmas Tolo Gelar Pemeriksaan Frambusia dan Deteksi Dini Gangguan Indra di UPT SDN 15 Kelara
- Ridwan Umar
- 47 menit yang lalu
- 2 menit membaca

Dinkes Jeneponto Melalui Puskesmas Tolo Gelar Pemeriksaan Frambusia dan Deteksi Dini Gangguan Indra di UPT SDN 15 Kelara
JENEPONTO — Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tolo gencar melakukan upaya preventif demi menjaga kesehatan generasi muda. Kali ini, tim penilai dan tenaga kesehatan menyasar UPT SD Negeri 15 Kelara guna melaksanakan pemeriksaan Frambusia (kista/penyakit kulit menular) serta deteksi dini gangguan indra pada anak sekolah.
Pemeriksaan Frambusia dan kista dipimpin langsung oleh Bapak Adnan, yang bertindak sebagai tim pemeriksa intelektual dalam mendeteksi gejala klinis pada siswa. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan Kabupaten Jeneponto bebas dari penyakit tropis terabaikan tersebut.

Di saat yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan deteksi dini gangguan indra (penglihatan dan pendengaran) yang dipandu oleh Ibu Novi Puspita Sari, A.Md.Kep., selaku perwakilan dari Puskesmas Tolo. Pemeriksaan indra ini dinilai sangat krusial karena gangguan pada mata atau telinga sering kali menjadi faktor utama yang menghambat fokus dan prestasi belajar anak di kelas.
Respon Positif dan Apresiasi dari Lembaga Swadaya Masyarakat
Aksi jemput bola yang dilakukan oleh tenaga kesehatan ini memantik perhatian positif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga kontrol sosial.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Anggaran (LSM GEMPA) Indonesia Kabupaten Jeneponto secara terbuka menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini.
"Kami dari LSM GEMPA Indonesia DPD II Kabupaten Jeneponto memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, terkhusus kepada pihak Puskesmas Tolo, Kecamatan Kelara. Langkah proaktif seperti ini sangat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak kita di tingkat sekolah dasar," ujar perwakilan
LSM GEMPA Indonesia DPD II Jeneponto.

Pihak LSM GEMPA menilai, sinergi antara instansi kesehatan dan lembaga pendidikan dalam mendeteksi dini penyakit menular maupun gangguan fungsi tubuh pada anak merupakan langkah konkret dalam menyelamatkan masa depan bangsa. Mereka juga berharap program pemeriksaan berkala seperti ini dapat terus dipertahankan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain di wilayah pelosok Jeneponto.
Hingga berita ini diturunkan, jalannya pemeriksaan di UPT SDN 15 Kelara berlangsung dengan tertib dan mendapat respon yang sangat antusias dari para guru serta orang tua siswa.
( Mgi/Guss Mahfuji )


















































Komentar