Proyek perbaikan pengaspalan dan Pengerukan Jalan Poros Paitana–Sungguareng–Bulloe Tak Kunjung Diaspal, Kecelakaan Kembali Menelan Korban

Proyek perbaikan pengaspalan dan Pengerukan Jalan Poros Paitana–Sungguareng–Bulloe Tak Kunjung Diaspal, Kecelakaan Kembali Menelan Korban
JENEPONTO Turatea— Proyek perbaikan jalan di jalur poros yang menghubungkan Paitana, Sungguareng, hingga Bulloe desa Bontomatene, kec turatea Kabupaten Jeneponto, menuai sorotan tajam dari warga dan pengguna jalan.
Pasalnya, pengerukan lapis aspal lama yang dibiarkan mangkrak tanpa pengaspalan ulang dalam waktu lama telah mengubah ruas jalan tersebut menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas.
Peristiwa naas kembali terjadi pada malam ini, ketika seorang pengguna jalan menjadi korban kecelakaan akibat kondisi permukaan jalan yang tidak rata dan licin
pasca-pengerukan. Korban yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut penuturan warga sekitar, insiden kecelakaan di jalur ini bukan lagi hal yang baru. Hampir setiap malam terjadi kecelakaan yang melibatkan pengendara roda dua maupun roda empat. Pengerukan permukaan aspal yang tidak kunjung dilanjutkan ke tahap pengaspalan ulang (overlay) dinilai menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan beruntun tersebut.

Desakan kepada Pemerintah dan Kontraktor Pelaksana
Warga setempat bersama para pengguna jalan mendesak Pemerintah Kabupaten Jeneponto serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengambil tindakan tegas terhadap kontraktor atau pemenang tender proyek perbaikan jalan ini.
Percepatan Penyelesaian Pekerjaan: Pemerintah didesak untuk segera menginstruksikan kontraktor pelaksana agar melanjutkan proses pengaspalan tanpa menunda-nunda waktu.

Pemasangan Tanda Peringatan: Sebelum pengaspalan selesai, pihak kontraktor diwajibkan memasang papan imbauan, rambu petunjuk area berbahaya, serta penerangan yang memadai pada malam hari untuk meminimalisasi risiko kecelakaan.
Evaluasi Kinerja Kontraktor:
Dinas terkait diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pelaksanaan proyek agar keselamatan masyarakat pengguna jalan tidak diabaikan demi pemenuhan hak publik atas infrastruktur yang aman.
Masyarakat berharap pihak berwenang segera turun tangan secara responsif dan akuntabel sebelum mengorbankan lebih banyak jiwa di jalur tersebut.
(MgI /Guss Mahfuji)


















































Komentar