top of page

Pemberantasan Korupsi dan Narkoba di Indonesia Gagal Total, Pemerintah & Aparat Diduga Bermain Mata

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 10 Agu 2025
  • 2 menit membaca

Pemberantasan Korupsi dan Narkoba di Indonesia Gagal Total, Pemerintah & Aparat Diduga Bermain Mata



Jakarta, 10 Agustus 2025 — Ketua Dewan Pimpinan Pusat LSM Gempa Indonesia, Amiruddin SH Karaeng Tinggi, melontarkan kritik keras terhadap KPK, Kejaksaan Agung, Polri, BNN, dan lembaga peradilan yang dinilainya gagal total dalam memberantas korupsi dan narkoba di Indonesia.

Menurut Amiruddin, korupsi kini menjalar hingga ke desa-desa dan sekolah-sekolah, sementara peredaran narkoba telah merambah hingga tingkat dusun, seolah tidak ada lagi wilayah yang steril dari dua kejahatan besar ini.



“Fakta di lapangan jelas. Koruptor merajalela, bandar narkoba bebas beroperasi. Lembaga yang dibentuk untuk memberantasnya justru seperti macan ompong. Kalau aparat mau serius, korupsi bisa dihentikan lewat penyadapan besar-besaran. Peredaran narkoba pun bisa dihentikan dalam hitungan hari dengan menangkap dan menghukum mati bandar-bandar besar. Masalahnya, mereka tidak mau,” tegas Amiruddin.



Ia menuding Presiden dan menteri terkait tidak serius dalam memberantas dua kejahatan ini. Bahkan, Amiruddin menduga ada rekayasa politik kotor di balik pembiaran tersebut.



 “Korupsi dibiarkan agar rakyat tetap miskin, narkoba dibiarkan agar rakyat rusak moralnya. Ini permainan kotor yang menguntungkan segelintir elite yang berkuasa. Jika rakyat miskin dan rusak mental, mereka mudah dikendalikan,” ujarnya tajam.



Amiruddin menilai, kegagalan ini bukan karena aparat tidak mampu, melainkan karena sebagian oknum justru ikut bermain. Bandar narkoba dan mafia anggaran dilindungi, sementara penindakan hanya menyasar kelas teri demi pencitraan.

LSM Gempa Indonesia mendesak pembersihan total di tubuh aparat penegak hukum dan meminta rakyat mengawal langsung proses pemberantasan.



“Selama aparat hukum tidak dibersihkan dari dalam, pemberantasan korupsi dan narkoba hanya akan menjadi sandiwara murahan untuk menipu rakyat. Indonesia sedang menuju kehancuran moral dan ekonomi jika ini terus dibiarkan,” tutup Amiruddin.



( MGI / Rdj )

 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page