top of page
  • Gambar penuliszainal Munirang

Kasus Bakri Wahid Dituduh Curi Uang, Diduga Di paksakan Penyidik Polres Gowa !!!

Gowa~

Awal bulan Mei 2024 Kasat reskrim Polres Gowa menghubungi Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin SH Karaeng Tinggi lewat telepon selulernya, bahwa Bakri Wahid dihadirkan karena sudah P21, dimana Bakri Wahid ditangguhkan sebelumnya, dan berada di Manado mencari nafkah dan belum sempat hadir di Polres Gowa.


Maka pada tanggal 14 Mei 2024 dilakukan penangkapan oleh polres Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara atas permintaan Polres Gowa, setelah tersangka diamankan di Polres Bolaang Mongondow, anggota polres Gowa menjemput tersangka.


Berdasarkan penelusuran tim hukum Lsm Gempa Indonesia diketahui ternyata kasus Bakri Wahid belum P21 bahkan pihak kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa kembalikan berkas dengan P18 disertai P19.


Orang tua tersangka (Bakri Wahid) merasa heran karena dikatakan sudah P21 namun anaknya masih di BAP oleh penyidik dan ditahan dirumah tahanan polres Gowa, bahkan penyidik menyuruh orang tua tersangka menghadirkan saksi tambahan, permintaan penyidik ini pun dipenuhi oleh keluarga tersangka mendatangkan saksi tambahan pada hari kamis tanggal 12 Juni 2024.


Lanjut orang tua tersangka sempat bertanya kepada penyidik yang tangani kasus ini "kenapa anak saya sudah P.21 masih ditahan dipolres Gowa" ?? dijawab oleh penyidik bahwa sebenarnya pak kasat kecewa terhadap kita" kata penyidik '!!.


Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia menjelaskan kepada awak media bahwa dirinya menghubungi kasat Reskrim polres Gowa lewat WhatsApp " saya dengar belum P21 dijawab oleh Kasat Reskrim sudah, namun karena lama tidak dilimpah maka dikembalikan" jawabnya".


Penjelasan dari kasat Reskrim lewat WhatsApp, Amiruddin selalu Kontrol Sosial menghubungi pihak Kejaksaan terkait P21 yang dimaksud kasat Reskrim, pihak Kejaksaan menjawab bahwa kasus yang tersangkanya Bakri Wahid belum P21 justru dikembalikan ke penyidik dengan P18 disertai P19.


Ketua DPP Lsm Gempa Karaeng Tinggi merasa kecewa atas penyampaian kasat Reskrim polres Gowa yang mengatakan sudah ada P21 namun dikembalikan karena lama tidak dilimpah, tidak ada dalam KUHAP mengatur bahwa P21 yang sudah ada dikembalikan lalu dibuatkan P18 dan P19.


Perlu diketahui bahwa P21 dari kejaksaan berdasarkan hasil penelitian berkas perkara yang di kirim oleh penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam jangka 14 hari terhitung sejak berkas perkara itu di terima, berdasarkan Pasal 110 (ayat 1 dan 2), Pasal 138 ayat ( 1 ) KUHAP, yang di sebut pengiriman tahap pertama, bilamana berkas perkara tersebut sudah dianggap lengkap maka penyidik akan segera mengirim tahap ke dua yaitu tersangka dan barang buktinya ( pelimpahan).


Lanjut Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia sangat menyayangkan tindakan polisi yang menangkap tersangka saat berada di Bandara internasional Hasanuddin, tersangka di video lalu dikirim ke pelapor dan setelah tersangka tiba di Kantor polres Gowa pelapor sudah ada di ruangan penyidik lalu memotret tersangka dalam keadaan terikat tangan menggunakan lakban bahkan pelapor memukul tersangka diruangan penyidik.


Ada apa sehingga pelapor bebas mengambil gambar dan memukul tersangka di ruangan penyidik, apakah benar apa yang dikatakan Pelapor bahwa kasat Reskrim Polres Gowa adalah keluarga pelapor, "apakah itu namanya profesional dan akuntabe Amiruddin penuh tanya??? ".


Viralnya video dan foto tersangka ,maka tim hukum / Advokat Lsm Gempa Indonesia selaku kuasa hukum tersangka akan melaporkan ke Polda Sulawesi Selatan dengan laporan tindak pidana kejahatan, (UU ITE ) dan akan melakukan upaya hukum untuk membela hak hak kliennya "tutupnya".


Mgi/ Ridwanumar


Comments


bottom of page