top of page

Harapan Rakyat Gowa: "Wahai Pemerintah, Jangan Permalukan Tanah Gowa”

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 4 hari yang lalu
  • 2 menit membaca
ree

Harapan Rakyat Gowa: "Wahai Pemerintah, Jangan Permalukan Tanah Gowa”



Gowa – Suara masyarakat Kabupaten Gowa kembali menguat. Mereka berharap para pemimpin daerah menjaga kehormatan tanah kelahiran, tidak menodai nama besar Gowa dengan persoalan hukum, khususnya dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi.


Rakyat menegaskan bahwa pemerintah jangan sampai mempermalukan tanah Gowa.

Masyarakat menyoroti bahwa jika ada pejabat diduga terseret kasus korupsi, maka jalan terbaik adalah menyerahkan diri untuk diperiksa aparat penegak hukum, demi pembuktian apakah tuduhan tersebut benar atau tidak.


“Jika pengadilan memutuskan tidak terbukti, maka kepercayaan rakyat kembali pulih. Namun bila terbukti melakukan korupsi, itu menjadi aib besar yang mencoreng harga diri orang Gowa,” tegas warga dalam berbagai forum diskusi masyarakat.


Kasus dugaan korupsi proyek Sabbang – Tallang, Kabupaten Luwu Utara, yang disebut-sebut menyeret nama Wakil Bupati Gowa, terus menjadi sorotan publik. Rakyat menilai sikap diam bukanlah kebanggaan, apalagi ketika nama seorang pejabat terus dikaitkan dengan dugaan pelanggaran hukum namun tidak tersentuh oleh proses hukum.


     Pernyataan Ketua DPP LSM Gempa Indonesia

Ketua DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin SH Karaeng Tinggi, menyampaikan harapan tegas kepada pemerintah Kabupaten Gowa:



ree

“Wahai pemerintah Kabupaten Gowa, jangan bangga bila ada indikasi pelanggaran hukum namun tidak disentuh oleh proses hukum. Itu bukan prestasi. Itu justru mempermalukan tanah Gowa. Kita orang Gowa memiliki harga diri, memiliki martabat yang dijunjung tinggi sejak leluhur.


Sebut-sebutnya nama Wakil Bupati Gowa dalam proyek Sabbang Tallang harus dijawab dengan keberanian menghadapi proses hukum. Orang Gowa tidak lari dari kenyataan. Kita punya semboyang, ayam jantan dari Timur — simbol keberanian, bukan simbol penghindaran.”


Ketua LSM menegaskan bahwa martabat lebih penting dari jabatan. Gowa adalah tanah kelahiran yang harus dijaga namanya agar tidak menjadi bahan ejekan atau caci maki di daerah lain.

Harapan Rakyat Gowa/


Rakyat berharap agar:

Pemerintah menjaga kehormatan leluhur.

Tidak ada pejabat yang berlindung di balik jabatan.

Proses hukum tetap berjalan tanpa pandang bulu.

Nama besar Gowa kembali dihormati di mata daerah dan negara lain.


“Biar bagaimana pun, Gowa adalah tanah kelahiran kita. Harga diri harus diutamakan. Jika kita ingin dihormati dunia luar, maka bersihkan diri dari segala praktik korupsi,” demikian harapan warga.

Ini menjadi pengingat kepada semua pejabat di Gowa:


jabatan itu sementara, tapi nama baik Gowa adalah warisan yang harus dijaga untuk selamanya, tutupnya.



(MGI/ Redaksi.)

 
 
bottom of page