top of page

Warga Saling Lapor Terkait Status Masjid Al-Muhajirin, Pemerintah Dinilai Gagal Redam Konflik

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 2 jam yang lalu
  • 1 menit membaca

Warga Saling Lapor Terkait Status Masjid Al-Muhajirin, Pemerintah Dinilai Gagal Redam Konflik



Gowa — Konflik internal warga terkait status dan pengelolaan Masjid Al-Muhajirin semakin memanas. Perselisihan yang terjadi diketahui berada di Kelurahan Kalegowa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.


Permasalahan ini diduga bermula dari perbedaan pandangan mengenai status kepengurusan dan legalitas pengelolaan masjid. Dua kelompok warga saling mengklaim memiliki kewenangan sah, sehingga memicu ketegangan yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.





Situasi semakin memprihatinkan ketika upaya mediasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat dinilai tidak mampu meredam konflik. Beberapa warga mengaku kecewa karena tidak adanya langkah tegas dan solusi konkret dari pihak terkait.



BACA JUGA :




“Harusnya pemerintah hadir sebagai penengah, bukan membiarkan konflik ini berlarut-larut,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.



Akibat konflik tersebut, aktivitas keagamaan di Masjid Al-Muhajirin dilaporkan ikut terganggu. Warga pun berharap agar permasalahan ini segera diselesaikan secara bijaksana tanpa memperuncing perpecahan di tengah masyarakat.





Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi yang mampu mengakhiri polemik tersebut. Masyarakat mendesak pemerintah setempat untuk mengambil langkah tegas, transparan, dan adil guna mengembalikan kondusivitas lingkungan serta menjaga fungsi masjid sebagai tempat ibadah yang seharusnya menyatukan, bukan memecah belah.



Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa konflik sosial berbasis kepentingan lokal perlu ditangani dengan cepat, tepat, dan mengedepankan prinsip musyawarah demi menjaga keharmonisan masyarakat.


( Mgi  / Junaedy )




 
 
bottom of page