top of page
  • Gambar penulisRedaksi Media Gempa

Tuntut Ilmu Di Madrasah Aliyah Negeri Kota Makassar Mahal, Kemenag Sulsel Jangan Diam.!!


MEDIAGEMPAINDONESIA.COM, MAKASSAR - Menilai menuntut ilmu disekolah agama di sekolah Madrasah Aliyah Negeri di Makassar sangat mahal, seperti yang terjadi di sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Makassar dikeluhkan oleh orang tua siswa yang mengaku saat anaknya masuk disekolah Madrasah Aliyah Negeri I Kota Makassar tahun ajaran 2021 membayar uang pembangunan dan pembayaran baju seragam sebesar 2 (dua) juta lebih dimana lagi pembayaran uang komite sebesar 120 ribu tiap bulan persiswa.


Hasil penelusuran Lsm Gempa Indonesia bahwa pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2022 pembayaran uang pembangunan dan pembayaran baju seragam berkisar 4 (empat) juta rupiah dan pembayaran uang komite tetap 120 ribu rupiah perbulan tiap siswa.


Pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Makassar sangat memberatkan orang tua siswa dan ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin SH.Kr.Tinggi menilai bahwa : "Pungutan tersebut tidak ada dasarnya dan itu perbuatan melawan hukum" begitu juga dikatakan oleh Kabid Penmad Kemenag Provinsi Sulawesi saat dihubungi oleh Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia lewat telepon selulernya bahwa tidak ada pembayaran bagi siswa karena sudah ada dana Bos.


Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia,menjelaskan kepada awak media saat ditemui dikantornya dini hari Kamis Tanggal 23/2/2023 bahwa dengan adanya pembayaran pembangunan, pembayaran uang Komite disekolah Madrasah Aliyah Negeri, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan tidak boleh no Komen termasuk Kabid Penmad Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, harus menindak tegas Kepsek yang melakukan pungutan seperti itu ,dan harus malu kenapa disekolah yang mayoritas pendidikan Agama sangat mahal pembayarannya, kenapa siswa diharuskan membayar uang pembangun. "Dalam artian kenapa di sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Makassar siswa harus membangun dulu sekolah baru bisa belajar?"


Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia menduga masalah ini di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Kota Makassar sudah lama terjadi dan tidak tertutup kemungkinan semua Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri, Madrasah Ibtidaiyah apalagi Swasta di Seluruh Sulawesi Selatan ,jauh dari pantauan Kabid Penmad , jangankan di Daerah,di kota Makassar saja terjadi, maka diduga ada keterlibatan pihak atasan Kepsek Madrasah Aliyah tutupnya.





Mgi/Ridwan U

137 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page