top of page

Pejabat dan Aparat Alergi LSM dan Media, Ketua DPP LSM Gempa Indonesia: Ada Apa yang Disembunyikan?

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 20 Sep 2025
  • 1 menit membaca

Pejabat dan Aparat Alergi LSM dan Media, Ketua DPP LSM Gempa Indonesia: Ada Apa yang Disembunyikan?



Makassar – Ketua DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin SH Karaeng Tinggi, melontarkan kritik keras terhadap pejabat pemerintah maupun aparat penegak hukum yang terkesan alergi terhadap kehadiran LSM dan media.



Menurutnya, sikap anti kritik dari pejabat publik justru menimbulkan tanda tanya besar: apakah ada praktik penyalahgunaan wewenang atau pelanggaran aturan yang coba ditutupi?



“Kalau ada pejabat atau aparat penegak hukum yang alergi terhadap LSM dan media, boleh jadi mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Padahal LSM dan media bukan eksekutor, tapi alat kontrol agar kekuasaan tidak disalahgunakan,” tegas Amiruddin.

Ia menyebut, resistensi terhadap kritik merupakan ciri pemerintahan yang tidak sehat.



Alih-alih membuka ruang transparansi, sebagian pejabat justru bersikap defensif dan menganggap kritik sebagai ancaman.

Amiruddin menegaskan bahwa demokrasi bisa mati jika kontrol sosial dibungkam. Media dan LSM, kata dia, hadir untuk mengawal kepentingan publik, bukan untuk menjatuhkan seseorang secara personal.



“Jika pejabat merasa terganggu dengan sorotan media dan LSM, justru publik patut curiga. Sikap seperti itu bisa mengindikasikan adanya penyalahgunaan jabatan atau praktik-praktik yang melanggar hukum,” ujarnya.



Ketua DPP LSM Gempa Indonesia itu menutup dengan peringatan keras: pejabat publik maupun aparat penegak hukum wajib tunduk pada prinsip keterbukaan. Menolak kritik sama saja dengan menolak transparansi, dan itu menjadi pintu masuk bagi praktik korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan, tutupnya.



( MGI/ Rdj )

 
 
bottom of page