top of page

KERJA NYATA!” SELALU DI TUNJUKKAN POLRES JENEPONTO. DPD II Lsm Gempa Indonesia Apresiasi Kinerja Polres Jeneponto Ungkap Kasus Curanmor

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 5 Apr
  • 2 menit membaca

KERJA NYATA!”

SELALU DI TUNJUKKAN POLRES JENEPONTO. DPD II Lsm Gempa Indonesia Apresiasi Kinerja Polres Jeneponto Ungkap Kasus Curanmor



Jeneponto — Di tengah berbagai sorotan publik soal lemahnya sistem penanganan kejahatan, justru fakta di lapangan berbicara lain. Dengan moto keras “tidak ada sistem, yang ada kerja nyata!”dan tak ada ruang bagi pelanggar hukum, LSM DPD II Gempa Indonesia melalui BPK Ashari, S.H., angkat bicara memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Jeneponto.



Langkah cepat dan sigap kembali ditunjukkan oleh Sat Reskrim Polres Jeneponto dalam mengungkap kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang sempat meresahkan warga.





Pada Minggu dini hari, 05 April 2026 sekitar pukul 00.30 WITA, Tim Pegasus Resmob yang dipimpin oleh AIPTU Abd. Rasyad berhasil menemukan barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Vega yang telah diubah warna menjadi hitam, yang diduga kuat merupakan hasil tindak pidana curanmor.



Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan polisi Nomor: LP/B/18/III/2026 tertanggal 01 Maret 2026, dengan lokasi kejadian di wilayah Balandangan, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea.



Korban diketahui bernama Baharuddin (32), seorang wiraswasta, yang kehilangan motornya saat diparkir di depan rumah. Pelaku memanfaatkan situasi lengah korban untuk melancarkan aksinya.




Dari hasil penyelidikan intensif, aparat berhasil mengamankan terduga pelaku utama, Ridu’ (37), seorang petani asal Dusun Pattoka, Desa Tombolo, Kecamatan Kelara. Tak hanya itu, hasil interogasi mengungkap bahwa aksi ini dilakukan secara terorganisir, di mana pelaku utama diduga menyuruh dua pelaku lainnya yang sebelumnya telah diamankan.

Terbongkar Jaringan, Bukan Aksi Tunggal!



Kasus ini membuka fakta bahwa tindak pidana curanmor di Jeneponto bukan sekadar aksi individu, melainkan melibatkan jaringan pelaku. Hal ini menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum untuk terus membongkar hingga ke akar-akarnya.



BACA JUGA :





LSM Gempa Indonesia Angkat Topi

BPK Ashari, S.H., dari LSM DPD II Gempa Indonesia menyatakan bahwa kinerja Polres Jeneponto patut diapresiasi.



“Di tengah anggapan masyarakat soal lemahnya sistem, justru Polres Jeneponto membuktikan bahwa kerja nyata masih berjalan. Ini bukti bahwa penegakan hukum tetap hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga berharap agar konsistensi ini terus dijaga, serta penindakan terhadap pelaku kejahatan semakin ditingkatkan demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.



Proses Hukum Berlanjut

Saat ini, para pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Jeneponto. Barang bukti berupa sepeda motor milik korban juga telah diamankan untuk proses penyidikan.





Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya.



Pesan Keras untuk Pelaku Kejahatan

Pengungkapan ini menjadi sinyal tegas bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Jeneponto. Aparat akan terus bergerak, memburu, dan menindak tanpa kompromi.


“Tidak ada sistem? Yang ada kerja nyata!” — dan kali ini, Polres Jeneponto membuktikannya.


( Mgi / Guss Mahfuji )


 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian*
bottom of page