Heboh Isu “Istri Ombas Maki Bupati Gowa”, Ketua DPP LSM Gempa Indonesia Minta Klarifikasi dan Langkah Hukum
- Ridwan Umar
- 1 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Heboh Isu “Istri Ombas Maki Bupati Gowa”, Ketua DPP LSM Gempa Indonesia Minta Klarifikasi dan Langkah Hukum
Gowa – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya isu bertajuk “Istri Ombas Maki Bupati Gowa” yang menyeret nama Husniah Talenrang. Isu tersebut menyebut adanya dugaan hubungan terlarang yang kini menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin SH Karaeng Tinggi, angkat bicara dan mendesak agar persoalan ini tidak dibiarkan berlarut tanpa kejelasan. Ia menegaskan bahwa isu yang beredar telah menjadi konsumsi publik dan berpotensi merusak citra pemerintahan daerah.
“Jika isu tersebut tidak benar, maka Bupati Gowa harus segera memberikan klarifikasi resmi atau menempuh jalur hukum. Jangan memilih diam, karena sikap diam justru menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat,” tegas Amiruddin.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar isu pribadi, melainkan telah menyentuh ranah moral dan nama baik Kabupaten Gowa. Apalagi, yang disorot adalah sosok kepala daerah sebagai orang nomor satu di wilayah tersebut.
“Kami sebagai masyarakat Gowa merasa malu jika isu ini benar adanya. Dalam budaya Bugis Makassar, hal seperti ini adalah sesuatu yang sangat tabu dan bertentangan dengan nilai-nilai siri’ na pacce yang dijunjung tinggi,” lanjutnya.
Amiruddin juga menilai bahwa sikap tidak memberikan tanggapan dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Ia menegaskan bahwa jika tidak ada keberatan atau langkah hukum yang diambil, maka publik akan semakin mempertanyakan kebenaran isu tersebut.
“Bupati harus tegas. Jika tidak benar, lawan dengan hukum. Jika dibiarkan, masyarakat bisa menganggap ini bukan sekadar hoaks. Ini menyangkut kehormatan jabatan dan kepercayaan publik,” ujarnya.
BACA JUGA :

Lebih lanjut, Ketua DPP LSM Gempa Indonesia menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila isu tersebut terbukti benar. Ia bahkan menyinggung kemungkinan desakan mundur dari jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moral.
“Jika ini benar, maka kami akan meminta Bupati Gowa untuk mundur dari jabatannya sebelum dimundurkan oleh rakyat. Ini demi menjaga marwah pemerintahan dan nama baik Kabupaten Gowa sebagai daerah yang memiliki sejarah besar dan menjunjung tinggi nilai kehormatan,” tegasnya.
Sebagai penutup, Amiruddin menyampaikan pesan moral yang sarat dengan nilai budaya lokal:

“Siri’ emmi riolo, na pacce ri lino.
Tau Gowa tena nakkulle’ massiri’ nasaba lalona.
Appakainga’ ri lino, iya gau’na tau sipakatau.”
Artinya:
Harga diri adalah yang utama, dan empati adalah pegangan hidup.
Orang Gowa tidak akan hidup tanpa rasa malu.
Hidup di dunia harus saling menghargai sebagai sesama manusia.
Ia berharap persoalan ini segera mendapat kejelasan agar tidak terus menjadi polemik yang meresahkan memalukan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gowa tutupnya.
( Mgi/ Ridwan )

















































