top of page

DPP LSM Gempa Indonesia Tanggapi Keras Pernyataan Wali Kota Makassar Soal Orang Miskin Jangan Sering Buat Anak.

  • Gambar penulis: Ridwan Umar
    Ridwan Umar
  • 9 Mei
  • 1 menit membaca
ree

Foto : kunjungan Mentri Sosial Ri Saifullah Yusuf Di Dampingi Walikota Makassar Munafri Arifuddin



Makassar, 9 Mei 2025 — Ketua Dewan Pimpinan Pusat LSM Gempa Indonesia, Amiruddin SH Karaeng Tinggi, menanggapi keras pernyataan kontroversial Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang mengimbau warga miskin agar tidak memiliki banyak anak jika penghasilannya belum stabil.

Pernyataan tersebut disampaikan Munafri saat mendampingi Menteri Sosial RI,



Saifullah Yusuf (Gus Iful), dalam kunjungan ke rumah NailaS, siswi penerima beasiswa Sekolah Rakyat, di Jalan Pampang 4, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Kamis (8/5/2025).



Dalam sambutannya di hadapan warga, Wali Kota Makassar mengatakan, "Saya sampaikan, kalau bapaknya, ibunya pekerjaannya masih semrawut, masih belum mampu mencukupi kehidupan, jangan sering bikin anak."



Pernyataan ini sontak menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk dari Ketua DPP LSM Gempa Indonesia. Amiruddin menilai bahwa ucapan tersebut menunjukkan indikasi ketidakmampuan Wali Kota dalam memahami persoalan kemiskinan dan hak asasi manusia.



"Terkait kelahiran anak, itu adalah kehendak Allah SWT, bukan sesuatu yang bisa diatur seenaknya oleh pemerintah. Pernyataan seperti ini justru mencerminkan ketidakmampuan seorang kepala daerah dalam mengatasi persoalan warga miskin dan seolah menyalahkan masyarakat atas kondisi yang ada," ujar Amiruddin dalam keterangannya kepada media.



Menurutnya, daripada menyampaikan imbauan yang bernuansa menyudutkan, pemerintah semestinya fokus pada upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi warga miskin. Ia juga menyebut bahwa komentar seperti ini dapat melukai perasaan rakyat kecil dan menurunkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan di Kota Makassar.



"Ini sudah menunjukkan tanda-tanda keluhan dari seorang pemimpin yang tidak mampu mencari solusi. Jangan sampai ketidakmampuan mengelola kota justru ditumpahkan kepada rakyat miskin," tutup Amiruddin.


" MGI/RDJ "

 
 
bottom of page