DPP LSM Gempa Indonesia akan melaporkan Perusahaan Brain Evo dan dugaan Program Fiktif PT.Berlian Putra Indonesia. Kepala Sekolah menjerit !!! di Rugikan oleh Program yang dinilai abal-abal ini !!!!
- Zainal Munirang
- 22 Feb 2025
- 2 menit membaca

Gowa, Sulsel 22 Februari 2025~
Dihadapan Awak media Waketum DPP LSM Gempa Indonesia Arianto Paletteri mengatakan Analisa Sidik Jari Brain Evo yang menggunakan Uang Negara/Dana BOS Senilai Rp.350.000 per Siswa SD-SMP Se-Kabupaten Gowa yang dinilai terlampau tinggi dan asas manfaatnya di Dunia Pendidikan tidak dirasakan, dan program yang ditawarkan oleh PT.Berlian Putra Indonesia untuk SMP di Kab.Gowa diduga fiktif karena hanya menawarkan program Asesment Management anak, kepala sekolah hanya membayar melalui SIPLAH tanpa ada kegiatan di Sekolah.
Arianto mengungkapkan keprihatinannya terhadap Dunia pendidikan di kabupaten Gowa, teknologi memang penting tapi juga harus melihat juga esensi dan nilai Barang/jasa yang ditawarkan, harganya tidak wajar! Rp.350.000/Siswa ( Brainevo ) sedangkan PT.Berlian Putra Indonesia Rp.150.000/Siswa,.ungkapnya
Intruksi Presiden melalui Kementrian Keuangan!
Efisiensi anggaran diseluruh instansi Pemerintahan Khusus nya Instansi Pendidikan.
1.Surat Edaran Menteri Keuangan dan Menteri PAN-RB Tahun 2024 yang menekankan bahwa penggunaan anggaran harus lebih fokus pada kebutuhan esensial, bukan kegiatan seremonial yang berbiaya tinggi.
Arianto Paletteri selaku Waketum DPP LSM Gempa indonesia meminta Aparat Penegak Hukum untuk segera memeriksa pihak terkait, dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP di Kabupaten Gowa terkait pelaksanaan program Asesmen Brainevo, dan Asesment PT.Berlian Putra Indonesia yang diduga Fiktif terindikasi ada penyalahgunaan anggaran dana BOS.
Lebih lanjut Program ini diklaim sebagai inovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi, tetapi justru menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat dan pemerhati pendidikan tak ketinggalan orang tua siswa karena harga yang sangat tinggi, Perusahaan Brain Evo mematok Harga Rp.350.000/Siswa SD-SMP sedangkan PT.Berlian Putra Indonesia mematok harga Rp.150.000/siswa SMP.
"DPP LSM Gempa Indonesia meminta Tipikor Polda Sulsel dan Kejati Sulsel untuk turun tangan melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap penggunaan anggaran program Brainevo di seluruh SD dan SMP di Gowa. Jangan sampai dana yang seharusnya digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan justru disalahgunakan," Tegasnya..
Indikasipun bermunculan bahwa semua sekolah menerima tekanan agar segera menyelesaikan administrasi keuangan meskipun belum ada kejelasan terkait mekanisme pelaporannya.
Insya Allah Kami segera melaporkan secara resmi terkait Dugaan penyalahgunaan anggaran Dana BOS dan Program fiktif ini, tutup Waketum DPP LSM Gempa Indonesia Ari Paletteri.
RedMGI/ Bang Enal.






















































