Banyaknya Infrastruktur Jalan Yang Rusak, Kemiskinan Ekstrim , Stunting di 18 Kecamatan di Gowa" Selama 20 Tahun Diwariskan ke Bupati Baru "
- Ridwan Umar
- 29 Apr 2025
- 2 menit membaca

Banyaknya Infrastruktur Jalan Yang Rusak, Kemiskinan Ekstrim , Stunting di 18 Kecamatan di Gowa Diwariskan ke Bupati Baru
Gowa, 28 April 2025 — Ketua DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin SH Karaeng Tinggi, kembali bersuara lantang terkait kondisi infrastruktur jalan yang sangat memprihatinkan di Kabupaten Gowa.
Dalam keterangannya, Amiruddin menyoroti kerusakan parah jalan poros Kecamatan Biringbulu, yang melintasi Desa Baturappe, Desa Berutallasa, Desa Borimasunggu, Desa Julukanaya, hingga Kelurahan Lauwa, yang selama lebih dari 20 tahun tak pernah tersentuh perbaikan.
"Sudah dua dekade masyarakat di jalur ini dibiarkan menderita dengan jalan yang rusak parah. Ini bukti kelalaian pemerintah daerah sebelumnya, khususnya di masa kekuasaan klan YL," tegas Amiruddin.
Menurutnya, kepemimpinan Bupati Gowa terdahulu terlalu sibuk membangun pencitraan politik, tanpa benar-benar memperhatikan kebutuhan dasar rakyat. Hal ini mengakibatkan deretan masalah akut, termasuk angka kemiskinan ekstrem dan kasus stunting yang tinggi di 18 kecamatan se-Kabupaten Gowa.

"Yang sekarang jadi Bupati Gowa harus bekerja keras memperbaiki warisan kegagalan ini," tambahnya. Amiruddin juga menekankan bahwa selain Kecamatan Biringbulu, masih banyak kecamatan lain yang infrastruktur jalannya sangat memprihatinkan, seperti Kecamatan Bungaya, Tompobulu, Bontolempangan, Bontonompo, Tombolo Pao, Pattallassang, dan Parigi.
"Semua jalan itu layak disebut 'jalan derita'. Ini bukan hanya tentang jalan berlubang, ini tentang matinya akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan harapan masyarakat," tegasnya lagi.
Amiruddin beralasan, buruknya infrastruktur jalan adalah salah satu penyebab utama kemiskinan ekstrem di Gowa. Jalan yang rusak berat membatasi mobilitas warga, memperlambat akses hasil pertanian ke pasar, menghambat pelayanan kesehatan, dan memperburuk kualitas pendidikan, terutama di desa-desa terpencil.
"Bagaimana rakyat bisa keluar dari kemiskinan jika akses mereka ke kebutuhan dasar saja dihancurkan oleh ketidakpedulian pemerintah?" tandasnya.
Ia juga menuntut Bupati Gowa yang baru untuk menjadikan pembangunan infrastruktur jalan, penanggulangan kemiskinan ekstrem, dan penanganan stunting sebagai prioritas utama, dengan memperhatikan keadilan pembangunan di seluruh wilayah, bukan hanya terpusat di kota.
"Kita butuh pemerintahan yang bekerja nyata, bukan lagi yang sekadar berjanji," tutup Amiruddin.
LSM Gempa Indonesia menyatakan akan terus mengawal dan mengawasi janji-janji pembangunan yang selama ini hanya menjadi formalitas politik, tanpa realisasi di lapangan tutupnya.
( MGI/Ridwan U )

















































