top of page

Ketua DPP LSM Gempa Indonesia Mengimbau Kewaspadaan dalam Memilih Kepala Daerah di Sulsel !!!

  • Gambar penulis: Zainal Munirang
    Zainal Munirang
  • 19 Agu 2024
  • 2 menit membaca

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Gempa Indonesia Amiruddin SH.Karaeng Tinggi mengeluarkan pernyataan tegas agar masyarakat Sulawesi Selatan berhati-hati dalam memilih calon gubernur, calon bupati, (Sabtu 17 Agustus 2024).


Peringatan ini datang seiring dengan semakin maraknya praktik politik yang cenderung hanya berfokus pada perebutan kekuasaan dan pembentukan dinasti politik baru di era reformasi.


Ketua DPP LSM Gempa Indonesia Karaeng Tinggi mengkhawatirkan adanya indikasi kuat bahwa beberapa calon pemimpin di Sulawesi Selatan, termasuk calon gubernur, calon bupati Gowa, dan calon bupati Takalar, hanya memburu kekuasaan demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Dinasti politik baru ini terlihat jelas dengan adanya dugaan keterlibatan saudara mereka yang menduduki posisi penting di instansi seragam coklat di Pusat.


Fenomena ini terjadi juga di tingkat gubernur, adanya dugaan keterlibatan saudaranya yang memegang jabatan sebagai menteri di Indonesia yang dapat mengendalikan kebutuhan masyarakat, terutama di kalangan petani. Munculnya dinasti baru dalam kontestasi pemilihan gubernur Sulawesi Selatan periode 2024-2029 menjadi sorotan karena melibatkan keluarga yang memegang kendali atas sektor-sektor strategis, yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat luas , ditekankan lagi bahwa masyarakat Sulsel jangan takut dengan intervensi dari seragam coklat, seragam coklat sekarang harus membenahi diri untuk kepercayaan rakyat.


Dalam seruannya, Ketua DPP LSM Gempa Indonesia mengingatkan agar masyarakat tidak terbuai dengan janji-janji manis dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip demokrasi yang sehat. Ia juga menekankan pentingnya memahami regulasi yang mengatur pemilihan kepala daerah , termasuk Undang-Undang Pemerintah Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri, agar pemilihan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Dengan meningkatnya kesadaran politik dan pemahaman hukum, diharapkan masyarakat Sulawesi Selatan lebih khusus Kabupaten Gowa dan Takalar dapat memilih pemimpin yang benar-benar berkomitmen untuk melayani rakyat, bukan sekadar memperluas kekuasaan pribadi dan dinasti politiknya.


MGI/Ridwan.

Ā 
Ā 
bottom of page