top of page
  • Redaksi Media Gempa

SPBU Nakal Pertamina Harus Ditindak Tegas.


SPBU yang beralamat di Desa Aeng Batu Batu yang harus ditindak tegas diduga sudah lama melayani pembelian BBM subsidi seperti Pertalite ,Solar dengan jeriken ,Pertamina harus memberikan sanksi Pemutusan hubungan Usaha (PHU)


Dijelaskan oleh ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH.Kr.Tinggi bahwa, pertamina harus memberikan sanksi terhadap SPBU yang menjual BBM bersubsidi paling tidak Pertamina harus memberikan pembinaan atau peringatan satu sampai dua kali atau Pertamina melakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) terhadap SPBU yang beralamat di Desa Aeng Batu Batu, Kecamatan Galeson Utara, Kabupaten Takalar karena menurut hasil penelusuran Lsm Gempa Indonesia bahwa BBM jenis solar sudah lama dijual jeriken kepada keluarga dekatnya yang diduga penimbunan lalu dijual kembali ke perusahaan dengan menggunakan mobil tangki.


Dijelaskan oleh Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia kepada awak media saat di temui dikantornya dini hari Senin 9/1/2023 bahwa Pertamina harus melakukan tindakan tegas kepihak SPBU Aeng Batu Batu yang sudah lama melayani pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar menggunakan jeriken ke penimbun dengan ribuan liter dengan tempat penimbunan berlokasi di Desa Aeng Batu Batu ada berapa titik,di Kampung Jonggoa satu titik dan di Desa Biringkassi satu titik di jual kembali beberapa mobil tangki dalam satu hari.




Tindakan SPBU tersebut membuat perikanan, nelayan susah mendapatkan BBM jenis solar,maka kami selaku kontrol sosial melakukan penelusuran terhadap pelaku kejahatan penimbunan BBM jenis solar maka didapat beberapa titik penimbunan BBM jenis solar yang diduga dilakukan oleh keluarga dekat pemilik SPBU Desa Aeng Batu Batu, Kecamatan Galeson Utara Kabupaten Takalar.


Dijelaskan lagi oleh Kr.Timggi bahwa SPBU yang menjual BBM jeriken masyarakat atau ormas bisa melapor ke Pertamina untuk menindak SPBU yang bersangkutan karena itu merupakan kejahatan merugikan keuangan Negara dan menyengsarakan rakyat.


Larangan pengisian BBM gunakan jeriken diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191/2014 agar SPBU dilarang untuk menjual premium dan solar kepada warga menggunakan jeriken dan drum untuk dijual kembali ke konsumen.


Selain itu, diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, pembelian Pertalite menggunakan jeriken yang dilarang adalah tidak disertai rekomendasi untuk kebutuhan tertentu (pertanian, perikanan, usaha mikro/kecil.


Pengawasan SPBU bukan saja kewenangan Pertamina sendiri,tapi semua elemen masyarakat berhak mengawasi SPBU yang melanggar aturan hukum tutupnya.





Ridwan U

201 tampilan0 komentar