top of page
  • Redaksi Media Gempa

Penimbunan BBM Adalah Kejahatan Yang Merugikan Negara Serta Menyengsarakan Rakyat & Pengusaha Kecil


MEDIAGEMPAINDONESIA.COM, Gowa - Ketua DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin, SH Kr. Tinggi angkat bicara terkait minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam strategis yang dikuasai oleh Negara serta merupakan komoditas vital yang berdampak pada hajat hidup orang banyak. Serta mempunyai peranan penting dalam perekonomian nasional sehingga pengelolaannya harus dapat secara maksimal memberikan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.


Hal itu konsideran dengan Undang – Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak bumi dan gas tersebut telah jelas memberikan penekanan tentang betapa strategisnya posisi minyak dan gas bumi bagi perekonomian negara.


Akhir – akhir ini, hampir di semua daerah di Indonesia menghadapi masalah yang sama yaitu kelangkaan BBM. Kondisi ini tidak terlepas dari upaya PT. Pertamina dalam mengatur ketersediaan stok bahan bakar minyak.


Kelangkaan BBM ini telah membuat terhentinya berbagai aktifitas masyarakat yang tergantung pada ketersediaan bahan bakar tersebut dan menjadi indikator betapa pentingnya bahan bakar minyak bagi aktifitas masyarakat baik di darat, laut dan udara.


Namun satu hal yang perlu kita waspadai adalah adanya aktifitas pelaku kejahatan yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penimbunan BBM dan mengambil keuntungan dari kelangkaan tersebut.


Perbuatan menimbun BBM tanpa ijin atau menyalahgunakan ketentuan dalam Niaga BBM melanggar Pasal 55 atau 53 UU No. 22/2001 tentang Migas.


Pasal 55 berbunyi “setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar”. Sedangkan pasal 53 menjelaskan bahwa penyimpanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa lzin Usaha Penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp. 30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah).

Ketua DPP LSM Gempa Indonesia menjelaskan kepada awak media dini hari tanggal 8/1/2023 dengan penimbunan BBM jenis solar yang diduga dilakukan oleh SPBU Aeng Batu-Batu agar aparat penegak hukum serta Dinas terkait dalam hal ini pihak Kepolisian Polres Takalar, Polda Sulawesi Selatan atau pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Takalar, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan agar dapat segera menindak tegas penimbun BBM jenis solar yang diduga dilakukan oleh SPBU Desa Aeng Batu-batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

Ditambahkan oleh Karaeng Tinggi bahwa di Desa Aeng terdapat 4 (empat) titik tempat penampungan penimbunan BBM jenis solar dari 4 (empat) titik tersebut diduga keluarga dekat pemilik SPBU Aeng Batu-batu, penimbun BBM jenis solar adalah kejahatan bagi masyarakat yang aktifitasnya bergantung pada ketersediaan bahan bakar minyak jenis solar, tapi apa yang terjadi hampir setiap malam BBM jenis Solar diangkut oleh mobil box dan mobil truk Tangki dari 4(empat) titik penimbunan tersebut.

Lanjut Ketua DPP LSM Gempa Indonesia bahwa, modus pelaku untuk mendapatkan BBM jenis solar untuk ditimbun, mobil box milik penimbun digunakan untuk mengangkut cergen dari SPBU ke 4 tempat penimbunan yang tidak jauh dari SPBU Aeng Batu-batu, lalu ditempat penimbunan diangkut oleh mobil truk tangki untuk dijual kembali.


Dengan temuan penimbunan BBM jenis solar maka Ketua DPP LSM Gempa Indonesia secepatnya akan melaporkan kasus ini Kepolda dan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan tutupnya.

302 tampilan0 komentar